Mahasiswa Universitas Riau Raih Prestasi Tingkat Internasional

unri.ac.id Universitas Riau (Unri) kembali menorehkan prestasi tingkat internasional pada penyelenggaraan kegiatan Thailand Inventors Day yang dilaksanakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) yang dilaksanakan di Thailand (2/2). Prestasi ini diraih melalui Syahabudin Ahmad mahasiswa pada Fakultas Pertanian Unri dan Sri Wahyuni pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unri.

Kedua mahasiswa Unri ini meraih Bronze Medal atau medali perunggu dan Special Award dari Haller Inventio Foundation Polandia. Menurut Sri Wahyuni, peserta yang mengikuti kegitan tahun ini terdiri dari 23 negara dan 22 organisasi intersional. “Ada 23 negara yang ikut ambil bagian pada kegiatan tahun ini. Selain itu ada 22 organisasi yang membidangi masalah lingkungan juga berpartisipasi,” ungkapnya.

IMG-20180207-WA0017

Sumber : HUMAS Universitas Riau

“Kami (Unri-red) mengikuti lomba dibidang Invention of Agriculture dan Environmet, dan kami memberi judul pada produk kami itu M-BITION (Microtechnology Biomethal Remediation), Remediation of Post Mining Land Based on Microorganism Inducted in Hyperacumulator Plant Cells as a restoratuin Effort on Post Mining Land in Riau Province” yang merupakan sebuah inovasi untuk meremediasi tanah tercemar,” lanjutnya.

Kegiatan lomba yang diikuti delegasi dari Unri ini bersifat kompetisi atau perlombaan yang dilaksanakan dari tanggal 2-6 Februari 2018 di kota Bangkok. “Kegiatan yang berpusat di International Trade and Exhibition Center (BITEC) ini, memberikan banyak pengalaman dan peluang ilmu pengetahuan sangat banyak bagi kami,” kata Mahasiswa berprestasi 1 Unri tahun 2017 ini.

IMG-20180207-WA0016

Sumber : HUMAS Universitas Riau

“Kita (Unri-red) harus berani untuk menargetkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya go Internasional. Untuk mahasiswa lain, yang paling penting itu adalah niat dan tekad yang kuat. Karena niat yang kuat membentuk pola pikir dan keyakinan yang dalam sehingga mendorong kita pada perbuatan untuk mencapai keinginan itu. Sebab terkadang mahasiswa belum mencoba atau berhenti di tengah karena rintangan dana atau hal apa pun. Tapi semua harus dicoba karena banyak pembelajaran, tutup Ketua Mahasiswa Berprestasi Universitas Riau Community (MURC) ini. (rabit)***