Unrinews. Universitas Riau (Unri) melalui Pusat Program Strategis dan Urusan Internasional (P2SUI) Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) Program Kampus Berdampak Riau Data Impact yang merupakan hasil kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau.
Kegiatan Monev yang dilaksanakan pada 6-8 Agustus 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, sekaligus mengevaluasi capaian dan proses kegiatan yang telah dilaksanakan.
Program Riau Data Impact merupakan bentuk nyata implementasi konsep Kampus Berdampak, melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan strategis yang memberikan pengalaman pembelajaran langsung di lapangan. Sebelumnya, Unri bersama BPS Provinsi Riau telah memberikan pembekalan kepada mahasiswa calon petugas Sensus Ekonomi 2026.
Kegiatan tersebut mencakup pemahaman teknis sensus, metode pengumpulan data, etika di lapangan, serta pentingnya validitas data dalam mendukung pembangunan berbasis data. Monev Riau Data Impact dipimpin oleh Ketua Pusat Program Strategis dan Urusan Internasional (P2SUI) LPMPP Unri Dr Zulfarina MSi. Kegiatan ini juga diikuti oleh Sekretaris LPMPP Unri Prof Dr Rahman Karnila MSi.
Dalam pelaksanaannya, monitoring dan evaluasi diarahkan untuk melihat secara menyeluruh pelaksanaan kegiatan, mulai dari proses keterlibatan mahasiswa, kesesuaian kegiatan dengan perencanaan, pelaksanaan di lapangan, hingga berbagai hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya.
Zulfarina mengatakan bahwa Monev merupakan bagian penting dari pengelolaan program Kampus Berdampak untuk memastikan kegiatan tidak hanya terlaksana, tetapi juga memberikan dampak yang terukur bagi mahasiswa, mitra, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“Monitoring dan evaluasi ini dilakukan untuk melihat bagaimana pelaksanaan Riau Data Impact berjalan di lapangan, mengidentifikasi capaian maupun kendala yang dihadapi, serta menjadi dasar untuk melakukan perbaikan dan penguatan program ke depan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi Unri dengan BPS Provinsi Riau menjadi salah satu bentuk sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui Kampus Berdampak Riau Data Impact, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan nyata yang berkaitan dengan pengumpulan dan pemanfaatan data.
Sementara itu, Sekretaris LPMPP Rahman Karnila menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan dalam memastikan setiap program yang dilaksanakan Unri memiliki kualitas dan keberlanjutan. Monev, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai instrumen evaluasi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh masukan dalam pengembangan program Kampus Berdampak agar semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Hasil utama dari pelaksanaan Monev Riau Data Impact adalah diperolehnya gambaran mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk proses dan capaian kegiatan yang telah dilakukan. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk penyempurnaan pelaksanaan program serta penguatan kerja sama antara Unri dan BPS Provinsi Riau.
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat komitmen Unri dalam mengembangkan model pembelajaran yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Sebelumnya, Unri menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam Sensus Ekonomi 2026 merupakan wadah untuk memperkuat kompetensi melalui pengalaman praktik sekaligus membangun sinergi perguruan tinggi dan pemerintah dalam pembangunan berbasis data.
Dengan adanya monitoring dan evaluasi secara berkala, Program Riau Data Impact diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu model implementasi Kampus Berdampak di Unri, sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional berbasis data. (rls lpmpp. ed: mukmin foto: istimewa)*






