Sasaran Strategis UNRI Perlu Kerja Sama yang Baik untuk Pencapaian

unri.ac.id  Indikator Kinerja Utama (IKU) menjadi dasar Universitas Riau (Unri) dalam menyusun Program Kerja untuk tahun 2021 mendatang. IKU ini menjadi penting untuk melaksanakan empat Sasaran Strategis Unri yang meliputi Tersedianya program studi yang berkualitas, Terciptanya tata kelola berbasis Good University Governance (GUG), Terciptanya Kemandirian dan Prestasi mahasiswa yang handal, dan Tersedianya IT dan Produk Inovasi yang unggul.

Dalam implementasi sasaran Strategis ini, Rektor dibantu oleh para Wakil Rektor untuk melaksanakan kebijakan yang berkaitan dengan empat sasaran strategis ini. Pada kegiatan Musrenbang Unri tahun 2020, dari tanggal 4-6 Maret 2020 Wakil Rektor diberi kesempatan untuk memaparkan program kerja strategis pada masing-masing bidangnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik misalnya, bidang ini memiliki tugas dan fungsi dalam mengimplementasikan sasaran strategis yang pertama. Pada sasaran ini, tahun mendatang Unri memiliki target untuk peningkatan Program Studi Internasional, Percepatan Akreditasi Prodi Akreditasi A, Percepatan Guru Besar & Lektor Kepala, Program Merdeka Belajar; Kampus Merdeka, peningkatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Kita terus berupaya dalam peningkatan akreditasi institusi dan program studi dengan mempersiapkan teknis dan melakukan penyusunan dokumen-dokumen untuk menuju akreditasi internasional, memberikan bantuan, bimbingan teknis kepada program studi yang akan melakukan akreditasi nasional dan interasional serta memberikan reward bagi progrm studi yang mendapat akreditasi nasional (unggul) dan akreditasi internasional,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr M Nur Mustafa MPd.

Sementara untuk program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, lanjut M Nur, kita kedepannya akan melakukan pengembangan dan pemutakhiran kurikulum sesuai dengan kebijakan pemerintah saat ini, evaluasi kurikulum Unri menggunakan Outcame Base Education (OBE) sebagai syarat untuk akreditasi internasional, pelaksanaan e-learning, serta penyusunan Peraturan Rektor untuk pemutakhiran kurikulum ini.

Pada bidang tata kelola, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof Dr Sujianto MSi menargetkan program untuk melakukan Percepatan Peraturan Rektor dalam Implementasi Statuta, peningkatan Pengembangan SDM Tenaga Kependidikan, Penataan Pegawai Sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), Penataan Administrasi SDM Berbasis IT, Optimalisasi Pemanfaatan Aset untuk Peningkatan Income, peningkatan Sarpras Program Proses Belajar Mengajar (PBM), serta upaya untuk penyelesaian permasalahan lahan yang ada di Unri.

“Dalam aspek keuangan, untuk rasio pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kita akan melakukan optimalisasi dalam penerimaan PNBP mendatang, untuk meningkatkan jumlah Pendapatan BLU yang bersumber dari pengelolaan aset, kedepannya Unri akan melakukan optimalisasi promosi penggunaan Gedung PKM dan Sultan Balia Universitas Riau, serta melakukan monitoring kontrak penyewaan ruangan, kantin, tempat fotocopy, ATM yang ada di Unri,” papar Sujianto.

Pada bidang kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Iwantono SSi MPhil menjelaskan program dalam rangka menciptakan kemandirian dan prestasi mahasiswa yang handal. Untuk sasarn ini, ada empat program untuk mengimplementasikan sasaran ketiga ini, diantaranya Tracer Study, peningkatan prestasi mahasiswa, kewirausahaan mahasiswa, dan bimbingan konseling mahasiswa.

“Kita targetkan peningkatan terhadap persentase lulusan yang langsung bekerja, jumlah mahasiswa yang berwirausaha, dan jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan merdeka belajar. Dalam hal prestasi, setiap tahun mahasiswa Unri memiliki peningkatan dalam perolehan prestasi, baik itu di tingkat nasional maupun internasional,” sebutnya.

Sementara untuk sasaran yang keempat, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof Dr Syaiful Bahri MSi memaparkan kebijakan dalam rangka menyediakan IT dan produk inovasi yang unggul. Pada sasaran ini, ada empat indikator kinerja utama yang meliputi Rangking PT Nasional, Jumlah produk inovasi, Jumlah HKI yang didaftarkan, dan Jumlah Pusat Unggulan Iptek (PUI).

“Sebanyak sembilan program untuk mengimplementasikan IKU pada sasaran ke empat ini, diantaranya program pengembangan program IT yang terintegrasi, peningkatan prestasi & reputasi PT, peningkatan jejaring  kerjasama, peningkatan perencanaan program dan penganggaran, penguatan pemantauan dan evaluasi, rencana pembangunan infrastruktur (ADB Loan), penguatan inovasi, peningkatan jumlah HKI, dan pengembangan pusat unggul Iptek,” jelas Syaiful.

Dalam bidang perencanaan, lanjut Syaiful, kedepannya telah dirumuskan RKA-KL Berbasis Output dan Outcome, serta perencanaan yang efisien dan efektif. Dalam bidang Kerjasama, tercatat Unri telah melakukan kerjasama Dalam Negeri tahun 2014-2020 sebanyak 523 kerjasama, jumlah Kerjasama Luar Negeri tahun  2014-2019 sebanyak 37 kerjasama. Sementara pada bidang Sistem Informasi, kita akan melakukan upaya peningkatan layanan Sistem informasi untuk jurnal Universitas Riau terakreditasi Sinta tahun 2019 (19 persen jurnal telah terakreditasi Sinta), serta persiapan data centre oleh Bagian Sistem Informasi dengan UPT TIK (2020) untuk integrasi data di web unri.ac.id. (mukmin. foto: roger) ***

 

Sumber: HUMAS Universitas Riau
Sasaran Strategis Unri Perlu Kerja Sama yang Baik untuk Pencapaian (Sumber: HUMAS Universitas Riau)

Sumber: HUMAS Universitas Riau
Sasaran Strategis Unri Perlu Kerja Sama yang Baik untuk Pencapaian (Sumber: HUMAS Universitas Riau)

Sumber: HUMAS Universitas Riau
Sasaran Strategis Unri Perlu Kerja Sama yang Baik untuk Pencapaian (Sumber: HUMAS Universitas Riau)

Sumber: HUMAS Universitas Riau
Sasaran Strategis Unri Perlu Kerja Sama yang Baik untuk Pencapaian (Sumber: HUMAS Universitas Riau)

Sumber: HUMAS Universitas Riau
Sasaran Strategis Unri Perlu Kerja Sama yang Baik untuk Pencapaian (Sumber: HUMAS Universitas Riau)

Skip to content