Unri Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Kerja Sama Perguruan Tinggi

Unrinews. Kerja sama merupakan instrumen strategis bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas tridarma, memperluas jejaring akademik, serta memperkuat daya saing universitas di tengah dinamika perkembangan pendidikan tinggi. Keberhasilan kerja sama juga tidak cukup diukur dari banyaknya dokumen perjanjian yang ditandatangani, tetapi harus dilihat dari implementasi dan manfaat nyata yang dihasilkan bagi universitas, sivitas akademika, masyarakat, serta para mitra.

Demikian disampaikan Rektor Unri, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil, saat membuka acara Pelatihan Pengelolaan Kerja Sama Perguruan Tinggi Universitas Riau Tahun 2026, Jumat (23/10/2026) di Hotel Royal Asnof, Pekanbaru.

“Kita tidak cukup hanya membangun lebih banyak kerja sama, kita harus memastikan bahwa kerja sama yang kita bangun benar-benar bekerja dan menghasilkan manfaat,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, terdapat tiga aspek penting yang perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan kerja sama di lingkungan Unri. Pertama, perencanaan kerja sama harus didasarkan pada kebutuhan dan prioritas institusi, sehingga setiap kemitraan memiliki tujuan yang jelas serta mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kedua, setiap kerja sama perlu dievaluasi dan ditindaklanjuti secara konsisten. Evaluasi tersebut penting untuk memastikan bahwa kemitraan yang telah dibangun benar-benar menghasilkan kegiatan, memberikan manfaat, dan memiliki keberlanjutan.

Ketiga, tata kelola kerja sama harus dilaksanakan secara profesional, mulai dari penyusunan dokumen perjanjian, koordinasi antarunit, hingga pengelolaan data dan dokumentasi. Seluruh proses tersebut perlu dilakukan secara tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sofyan juga menekankan bahwa pengelolaan kerja sama bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unit tertentu, melainkan membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh unsur di lingkungan Unri.

“Pengelolaan kerja sama bukan hanya tanggung jawab satu unit, melainkan bagian dari upaya kolektif seluruh unsur Unri untuk membangun kemitraan yang berkualitas dan berdampak,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, lanjut Sofyan, diharapkan para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam mengelola kerja sama perguruan tinggi, mulai dari tahap perencanaan, penyusunan dokumen, pelaksanaan, pemantauan, hingga evaluasi dan tindak lanjut kemitraan.

“Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya pengelolaan kerja sama yang semakin terarah dan terkoordinasi, sekaligus memastikan setiap kemitraan memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian tujuan institusi,” harapnya.

Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan ini Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama, Biro Kerja Sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktiksaintek) Firman Hidayat SS MSi, dan Ketua Tim Kerjasama Luar Negeri Kemdiktisaintek Suryo Boediono ST MBA. (mukmin. foto: nico)*