Unri Dorong Kolaborasi Riset untuk Mendukung Ekonomi Biru dan Pembangunan Berkelanjutan

Unrinews. Universitas Riau (Unri) terus mendorong pengembangan sains, teknologi, dan inovasi lingkungan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat serta pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Rektor Unri, yabg diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Universitas Riau Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil saat menyampaikan sambutan pembukaan Universitas Riau International Conference on Science Engineering and Technology (URICSET) 2026, yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Kamis (22/10/2026) di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Sofyan  menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi momentum penting bagi para akademisi, peneliti, dan inovator untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan solusi inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan.

Konferensi tahun ini mengangkat tema “Fostering Blue Economy and Sustainable Development through Science, Technology, and Environmental Innovation” atau mendorong ekonomi biru dan pembangunan berkelanjutan melalui sains, teknologi, dan inovasi lingkungan. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan global saat ini, terutama dalam menyeimbangkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pelestarian ekosistem, tetapi juga memastikan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam, ini menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan dalam pertemuan ini. Semoga konferensi ini bisa menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan hasil penelitian, yang mampu mendorong lahirnya kolaborasi riset baru serta solusi konkret yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di masyarakat dan lingkungan,” harapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengembangan sains, teknologi, dan inovasi lingkungan perlu diarahkan pada upaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi biru, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, hasil diskusi dan penelitian yang dihasilkan melalui konferensi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sebanyak 315 peserta yang terdiri dari luring maupun secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti oleh peserta dari dalam dan luar negeri. Konferensi berlangsung produktif dan menghasilkan pemikiran serta rekomendasi yang bermanfaat bagi kemajuan sains, rekayasa, dan teknologi, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi biru dan pembangunan berkelanjutan. (mukmin. foto: budi)*