Unrinews. Membangun reputasi perguruan tinggi di tingkat internasional tidak hanya dilakukan melalui publikasi ilmiah, tetapi juga dengan memperluas jejaring strategis bersama mitra akademik, lembaga riset, dan industri dunia. Semangat itulah yang dibawa Universitas Riau (Unri) saat berpartisipasi dalam 2026 NICAB Workshop bertema Enhancing Cutting-Edge Bioscience Research through Advanced Scientific Infrastructure in Indonesia yang berlangsung pada 22–24 Juli 2026 di IPB International Convention Center (IICC), Bogor.
Dalam forum yang mempertemukan akademisi, pemerintah, lembaga riset, serta pelaku industri dari Indonesia dan Korea Selatan ini, Unri diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil didampingi Staf Pendamping Bidang Kerja Sama Andrian Perdana SP MAgrSc
Menurut Sofyan, kehadiran Unri dalam forum ini dapat membangun koneksi dan mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat ditindaklanjuti secara konkret. “Kami melihat adanya ruang kolaborasi yang cukup luas, khususnya dalam penguatan riset, pengembangan kapasitas, serta pemanfaatan teknologi dan infrastruktur ilmiah,” ujarnya.
Workshop yang merupakan bagian dari rangkaian KOICA-ICAB Project ini diselenggarakan melalui kolaborasi Korea International Cooperation Agency (KOICA), IPB University, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas riset, pengembangan infrastruktur ilmiah, serta peningkatan kerja sama internasional di bidang pertanian dan biosains.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah yang membahas pengembangan Science-Techno Park, inovasi pangan sekolah ramah lingkungan, halal science, metabolomik dan produk alami, teknologi kultur sel, hingga pengelolaan sumber daya berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Berbagai materi dipaparkan oleh para pakar dari Seoul National University (SNU) dan sejumlah lembaga riset terkemuka Korea Selatan.
Hasilnya, komunikasi awal berhasil terjalin dengan Seoul National University (SNU), Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST), JEIO Tech, Indotech, BIONEER, IVIM Technology, serta sejumlah institusi dan perusahaan lainnya yang memiliki potensi untuk menjadi mitra strategis Unri pada masa mendatang.
Penjajakan tersebut diarahkan pada berbagai peluang kolaborasi, mulai dari penelitian bersama, pengembangan kapasitas akademik, pemanfaatan fasilitas dan teknologi riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga kerja sama kelembagaan yang saling menguntungkan. (mukmin. foto: istimewa)*







