Webinar Sastra Internasional, Diskusi Bersama Pakar dari Empat Negara

Unrinews. Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Hima prodi PBSI FKIP) Universitas Riau (Unri) berhasil melangsungkan webinar Sastra dengan pematari bertaraf Internasional pada Sabtu (19/4). Diskusi yang menghadirkan lima pakar Sastra bertaraf internasional dan diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai daerah ini dibuka langsung oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unri Elvrin Septyanti SPd MPd.

Webinar ini merupakan salah satu rangkaian dari agenda Praktikum Sastra ke-33 se-Indonesia. Dengan mengusung tema “Jejak Sastra sebagai Indentitas Nasional dalam Menjaga kearifan Budaya di Tengah Tantangan Globalisasi” mendiskusikan tantangan dan terobosan untuk menjaga sastra khusunya di kawasan Nusantara.

Adapun pakar yang menjadi pembicara pada webinar kali ini Dr Surya Suryadi selaku dosen Fakultas Ilmu Budaya Institut Area Universitas Leiden Belanda, Prof Madya Dr Mohamad Luthfi selaku pensyarah kanan Kesusastraan pusat pengkajian ilmu Kemanusiaan Universitas Sains Malaysia, Dr Lina Meilinawati Rahayu MHum selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran, Tuan Suraidi Sipan selaku Presiden Angkatan Sasterawan ’50 Singapura, dan Dr Elmustian Rahman MA selaku dosen Pascasarjana Pendidikan Sastra Berbasis Budaya Melayu Unri.

Pudarnya kesusastraan belakangan ini menjadi landasan tercetusnya diskusi ini. Sejatinya intelektual pendiri bangsa ini banyak berlatar belakang dari Sastra Nusantara, namun perubahan generasi ke generasi telah memudarkan jati diri tersebut. Tuan Suraidi Sipan dalam pemaparannya menuturkan bahwa tantangan ini bukan hanya berlaku di Indonesia tetapi mencakup seluruh Nusantara.

“Guncangan globalisasi yang memudarkan asas pancasila dalam kesusastraan di Indonesia juga tengah berlaku di Singapura dalam berbagai campuran etnik yang kian ramai. ” tutur Tuan Sipan

Lebih lanjut Dr Elmustian turut menyampaikan pandangannya kaitan bangsa Indonesia dengan sastra. “Sastra merupakan puncak dari kebudayaan yang turut membentuk jati diri bangsa, terutama di Indonesia banyak intelektual pendiri bangsa berasal dari kalangan sastrawan” tegasnya

Dipenghujung diskusi Dr Suryadi menekankan bahwa forum diskusi seperti ini sangat perlu digalakkan. “teruntuk generasi muda seharusnya lebih antusias dalam mengikuti forum sejarah kesusastraan, guna mengetahui bahwa ke kekayaan bangsa ini pernah menjadi pusat kemajuan di kawasan Nusantara.” Tegas dosen Belanda tersebut. (mg. Raehan ed. Rabit foto:Raehan)***

Webinar Sastra Internasional, Diskusi Bersama Pakar dari Empat Negara
Webinar Sastra Internasional, Diskusi Bersama Pakar dari Empat Negara
Webinar Sastra Internasional, Diskusi Bersama Pakar dari Empat Negara