Unrinews. Universitas Riau (Unri) secara resmi menutup kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2026, yang merupakan bentuk sinergi antara Unri dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Riau (BPSDM Provinsi Riau) dalam mendukung penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sebanyak 558 PPPK mengikuti kegiatan orientasi yang dibagi dalam dua gelombang, yakni Gelombang I pada 3–5 Februari 2026 dan Gelombang II pada 10–12 Februari 2026, dengan masing-masing gelombang diikuti oleh 279 peserta.
Kegiatan orientasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai tugas dan fungsi ASN, sistem pemerintahan, tata kelola perguruan tinggi, serta penguatan budaya kerja dan nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan tugas di lingkungan Universitas Riau.
Rektor Unri yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Yuana Nurulita PhD saat penutupan menyampaikan bahwa orientasi ini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter dan profesionalisme PPPK di lingkungan Unri.
“Kami berharap seluruh PPPK Unri menjadi ASN yang profesional, menjunjung tinggi integritas, serta konsisten menerapkan Core Values ASN Ber-AKHLAK dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing,” ujarnya.
Core Values ASN Ber-AKHLAK yang menjadi pedoman kerja meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi budaya kerja yang melekat dalam setiap pelaksanaan tugas.
Materi orientasi disampaikan oleh para Widyaiswara dari BPSDM Provinsi Riau, yang mencakup pengenalan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), pengenalan jabatan, manajemen kinerja organisasi, penerapan tugas dan fungsi ASN di tempat kerja, serta pembangunan budaya integritas.
“Dengan orientasi ini semoga akan meningkatkan kualitas PPPK Unri menjadi sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing. Kehadiran PPPK diharapkan mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi yang akuntabel, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi serta pelayanan publik,” harapnya. (mukmin. foto: nico)*






