Unri Tegaskan Peran Kampus dalam Mendorong Solusi Kependudukan

Unrinews. Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB Unri) menyelenggarakan Seminar Nasional Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan pada Selasa (17/11) bertempat di Ruang Teater Kampar, Gedung Integrated Classroom Unri. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto SSi M Eng selaku Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB, Rendra Wasnuri, SE, MIB dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu kependudukan. “Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat akademik, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi dan inovasi dalam menghadapi tantangan kependudukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Riau, Irzal, SE, MM, menuturkan bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi dinamika kependudukan yang menuntut sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. “Permasalahan kependudukan tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Pendekatan kolaboratif menjadi kunci untuk menjaga kualitas dan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra SH MH, menegaskan bahwa persoalan kependudukan bukan semata-mata masalah individu. “Isu kependudukan harus dilihat dari perspektif yang lebih luas: ekonomi, kesejahteraan, pendidikan, hingga pembangunan sosial. Karena itu dibutuhkan pemahaman holistik dari berbagai disiplin ilmu,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran deputi BKKBN memberikan wawasan yang lebih komprehensif. “Dengan kehadiran deputi di semnas ini, kita tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pemahaman praktis dari pengalaman nasional,” tutur Dr. Mexsasai.

Sementara itu, Dr Bonivasius Prasetya Ichtiarto pada sesi materi, ia menekankan pentingnya pengelolaan data kependudukan yang akurat sebagai dasar kebijakan publik.

“Pengendalian penduduk tidak hanya berbicara soal jumlah, tetapi bagaimana memastikan kualitas hidup masyarakat meningkat. Data menjadi fondasi utama dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam menghadapi bonus demografi,” jelas Dr Bonivasius.

Ia juga menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital dalam riset dan edukasi. “Kami berharap kampus-kampus, termasuk Universitas Riau, terus berkontribusi melalui penelitian dan inovasi yang dapat membantu pemerintah dalam menyusun strategi pengendalian penduduk yang berkelanjutan,” turur Dosen Universitas Mercu Buana ini. (Rabit/foto:Rabit)*