Unrinews. Rektor Universitas Riau (Unri) Prof Dr Sri Indarti SE MSI meresmikan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Material Karbon Berbasis Biomassa untuk Konversi dan Penyimpanan Energi, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita SSi MSi PhD. Peresmian ini menandai babak baru dalam pengembangan riset berbasis biomassa yang melibatkan kolaborasi multidisiplin antara akademisi, industri, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang dilaksanakan di Auditorium Prof Farid Kasmy Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Ketua PKR Material Karbon Berbasis Biomassa, Prof Dr Rakhmawati Farma MSi menegaskan bahwa pusat riset ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan wadah integrasi keilmuan dengan satu visi menghasilkan riset unggul. PKR ini beranggotakan peneliti dari Unri diantaranya Prof Dr Iwantono MPhil, Prof Dr Amir Awaluddin MSc, Prof Dr Azriyeni ST MSc serta Dr Ari Sulistyo Rini MSc. Selain itu, ada juga dari Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Semarang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“PKR ini akan menjalin kemitraan dengan sektor industri dan menjadi motor penting dalam mewujudkan ketahanan energi. Sinergi antara akademisi, industri, dan BRIN tidak hanya di atas kertas, tetapi harus berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Jimmy Akhmadi, perwakilan Direktur Pendanaan BRIN, menyatakan bahwa BRIN memiliki skema pendanaan khusus untuk mendorong riset berkelanjutan. “Kami berharap PKR ini tidak hanya menghasilkan output riset nasional, tetapi juga berkontribusi di tingkat global,” ucapnya.
Hal ini diperkuat oleh Dr Akbar Hanif Dawam MT selaku Ketua Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 28 pusat kolaborasi riset di Indonesia, termasuk yang ada saat ini di Unri. “PKR diisi oleh peneliti unggul dengan H-Index di atas 10. Ini menjadi gerbang untuk mendapatkan peluang pendanaan riset lebih besar,” jelasnya.
Disisi lain, Dr Wahyu Bambang Widayatno, selaku Kepala Pusat Riset Material Maju BRIN, mendorong agar PKR Unri tidak berhenti pada seremoni. “Tim harus bekerja keras untuk menjawab kebutuhan energi biomassa di Indonesia, khususnya di Riau yang memiliki potensi biomassa sangat besar,” tegasnya.
Sementara itu, Dr Andes Hamuraby Rozak MSc Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, memberikan apresiasi atas terbentuknya PKR Unri. “Membentuk PKR tidak mudah. Semoga ini melahirkan talenta-talenta periset baru,” ujarnya.
Sementara Rektor Unri dalam sambutannya mengapresiasi tim PKR Unri yang telah membawa nama Unri ke tingkat nasional melalui skema BRIN. “Keberadaan PKR ini sejalan dengan peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) 5, khususnya kolaborasi dosen. Ini adalah langkah strategis untuk ketahanan energi jangka panjang. Semoga semangat riset ini terus menular di kalangan peneliti Unri,” tutur Rektor.
Dengan peresmian ini, PKR Material Karbon Berbasis Biomassa Unri diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak nyata bagi kemandirian energi Indonesia, tutup Rektor