Unrinews. Universitas Riau (Unri) menggelar Kuliah Umum bertema “Transformasi Perguruan Tinggi: Menciptakan Lulusan Berkualitas Global” pada Senin (2/6/2025), di Gedung Integrated Classroom Universitas Riau. Kegiatan yang dipandu oleh Prof Dr Saktioto Mphill sebagai moderator ini menghadirkan Dr Hj Karmila Sari Skom MM Anggota Komisi X DPR RI sebagai narasumber utama.
Acara yang dihadiri jajaran pimpinan Unri dan mahasiswa ini bertujuan untuk memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya transformasi dalam dunia pendidikan tinggi. Kehadiran Anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan ini menjadi momentum strategis bagi sivitas akademika Unri untuk memahami arah kebijakan pendidikan nasional dan tantangan global yang harus dihadapi perguruan tinggi Indonesia.
Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada narasumber. “Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Karmila atas kesempatan yang diberikan sehingga dapat memberikan motivasi dan dorongan kepada adik-adik mahasiswa untuk dapat dijadikan pembelajaran dalam bertransformasi,” ujar Rektor Unri.
Prof Sri Indarti menekankan bahwa transformasi pendidikan tinggi sudah menjadi kebutuhan mendesak mengingat perubahan tuntutan dunia industri. “Saat ini kita semua sudah mulai melakukan transformasi, karena dunia industri sudah berubah kebutuhan dan tuntunannya. Maka dari itu, kami berharap adik-adik mahasiswa ini dapat diasah untuk menghasilkan SDM-SDM berkualitas untuk melanjutkan estafet kepemimpinan,” tegasnya.
Sementara itu Karmila Sari dalam paparannya menyampaikan visi komprehensif tentang Tiga Pilar Transformasi Pendidikan Tinggi yang menjadi fondasi utama perubahan. Pilar pertama adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul yang mencakup kurikulum berbasis industri untuk menyelaraskan pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja terkini, Program MBKM yang memberikan fleksibilitas dan pengalaman nyata di luar kampus, serta peningkatan kompetensi digital dengan target 83% pekerjaan masa depan membutuhkan literasi digital yang kuat, dan penetapan target ambisius menurunkan tingkat pengangguran sarjana menjadi 4% pada 2028, ungkapnya
Pilar kedua yang diuraikan adalah Inovasi Sains dan Teknologi dengan fokus pada pendanaan riset yang ditargetkan meningkat hingga 1,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB), pengembangan Pusat Riset Unggulan di 10 universitas utama, kolaborasi internasional dengan target 500 publikasi terindeks per tahun, dan penguatan infrastruktur penelitian terutama di daerah tertinggal untuk pemerataan akses dan kualitas riset, lanjutnya
Narasumber juga memaparkan pentingnya membangun budaya korporat kampus melalui tiga aspek utama. Pertama, pengembangan karakter adaptif dengan menumbuhkan mindset inovatif dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan, serta mempersiapkan sivitas akademika menghadapi disrupsi. Kedua, implementasi manajemen kinerja berbasis hasil dan dampak untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan kampus. Ketiga, penguatan leadership kampus dengan target 50 perguruan tinggi mengimplementasikan tata kelola korporat pada 2026.
Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang sangat antusias, banyak mahasiswa Unri aktif bertanya dan berdiskusi secara langsung dengan Anggota Komisi X DPR RI. Berbagai topik strategis menjadi bahan diskusi, mulai dari pengembangan kebijakan pemerintah terhadap pendidikan Indonesia, empat program prioritas Presiden Prabowo Subianto, hingga pertanyaan menarik dari Mahasiswi FISIP Unri, El Ratsontha Simorangkir, yang menanyakan tentang peran dan stigma perempuan dalam kursi legislatif. Diskusi yang berlangsung dinamis ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa terhadap isu-isu pendidikan dan politik kontemporer, sekaligus menjadi bukti keberhasilan Unri dalam menciptakan ruang dialog akademik yang berkualitas antara mahasiswa dengan para pengambil kebijakan nasional. (mg. Farras ed. Rabit foto: Budi)***