Unrinews. Universitas Riau (Unri) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memperkuat kolaborasi dalam mendorong penguatan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan melalui diskusi bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan: Melindungi Ekosistem Esensial”, Jumat (21/8/2026) di Gedung Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Rakyat Lingkungan Hidup 2026 yang mengusung tema “Gerakan Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis”. Forum tersebut menjadi ruang pertemuan dan pertukaran gagasan antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan dan masa depan energi.
Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi, yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sekaligus atas terbangunnya kolaborasi berbagai pihak dengan Unri.
“Atas nama pimpinan Unri, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan kerja sama yang terbangun antara WALHI dan Unri. Universitas bukan hanya tempat untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga harus menjadi ruang kritis dan ruang kolaborasi untuk membicarakan berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat,” ujar Sofyan.
Menurutnya, isu transisi energi berkeadilan merupakan persoalan yang kompleks dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan perspektif akademik, riset, serta kajian berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus membuka ruang dialog dengan masyarakat dan organisasi masyarakat.
“Ruang akademik harus tetap menjadi ruang yang memungkinkan berbagai perspektif bertemu. Perbedaan pandangan bukan untuk dipertentangkan, tetapi menjadi bagian dari proses menemukan solusi yang lebih baik. Kolaborasi antara Unri dan WALHI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam merespons persoalan lingkungan, khususnya isu transisi energi dan perlindungan ekosistem esensial,” harapnya. (mukmin. foto: budi)*












