Tiga Tim Wirausaha Universitas Riau Lolos KMI Tingkat Nasional, Dua Usung Bisnis Digital

Unrinews. Universitas Riau (Unri) kembali meloloskan kegiatan kewirausahaan mahasiswa Tingkat nasional. Tiga kelompok usaha mahasiswa Unri berhasil lolos ke ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) tingkat nasional, dengan dua kelompok masuk dalam kategori Bisnis Digital dan satu kelompok pada kategori Makanan dan Minuman.
Capaian ini menjadi bagian dari komitmen Unri dalam mendorong lahirnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan ide kreatif menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Dua tim yang lolos pada kategori Bisnis Digital masing-masing mengusung gagasan usaha yang dekat dengan kebutuhan generasi muda. Tim pertama menghadirkan “Hendimen Platform On Demand untuk Solusi Bantuan Cepat dan Penghasilan Fleksibel di Era Gig Economy.” Gagasan ini menawarkan platform layanan on demand yang mempertemukan kebutuhan bantuan cepat dengan peluang penghasilan fleksibel.

Tim tersebut tercatat berada pada tahapan awal pengembangan usaha. Meski demikian, gagasan yang diusung menunjukkan upaya mahasiswa dalam membaca perkembangan gig economy dan perubahan pola kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan layanan berbasis digital.
Sementara itu, tim kedua melalui “Thriftastic Platform Marketplace Preloved Titip Sewa Berbasis Circular Economy sebagai Solusi Fast Fashion untuk Mendorong Konsumsi Berkelanjutan Mahasiswa” menawarkan konsep bisnis digital yang menggabungkan marketplace, produk preloved, dan layanan titip sewa.
Thriftastic telah berada pada tahapan bertumbuh. Konsep tersebut sekaligus membawa isu keberlanjutan ke dalam model bisnis mahasiswa, khususnya dalam menyikapi fenomena fast fashion dan mendorong pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab di kalangan mahasiswa.

Selain dua tim bisnis digital, Unri juga mengirimkan satu kelompok pada kategori Makanan dan Minuman melalui usaha “MAKARU Hilirisasi Daun Ubi Singkong menjadi Snack Wafer Style Modern dengan Nilai Tambah Ekonomi Tinggi yang Berdaya Saing Berbasis Kearifan Lokal.”
MAKARU mengangkat potensi bahan pangan lokal melalui inovasi pengolahan daun ubi singkong menjadi produk snack bergaya modern. Pengembangan ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pangan yang bernilai jual, tetapi juga menjadi upaya hilirisasi potensi lokal agar memiliki daya saing yang lebih luas. Kelompok MAKARU juga tercatat berada pada tahapan bertumbuh.

Koordinator P2MW Universitas Riau di bawah naungan UPA PKK, Desi Rahmadani Siagian, S.Pi., M.Si., menyambut baik keberhasilan tiga kelompok mahasiswa tersebut. Menurutnya, kelolosan ke tingkat nasional merupakan hasil dari proses panjang yang mencakup pengembangan ide, penyusunan model bisnis, hingga pendampingan dan evaluasi.
“Lolosnya tiga kelompok ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Riau memiliki kreativitas dan keberanian untuk mengembangkan gagasan menjadi sebuah usaha. Yang terpenting bukan hanya bagaimana mereka bisa lolos ke tingkat nasional, tetapi bagaimana proses ini menjadi pengalaman untuk terus mengembangkan usaha agar semakin matang dan berkelanjutan,” ujar dosen pada Fakultas Perikan dan Kelautan ini.

Ia juga menilai keberagaman bidang usaha yang dibawa mahasiswa menjadi hal positif. Dua tim yang bergerak di bidang bisnis digital menunjukkan kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sementara usaha MAKARU memperlihatkan bahwa inovasi kewirausahaan juga dapat dibangun dari potensi dan kearifan lokal.
“Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani memulai usaha dan mengikuti program-program kewirausahaan yang ada. P2MW bersama UPA PKK akan terus mendorong serta mendampingi mahasiswa dalam proses pengembangan ide, produk, hingga keberlanjutan bisnisnya,” lanjutnya.

Keberhasilan tiga kelompok tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ekosistem kewirausahaan mahasiswa di Universitas Riau terus berkembang. Tidak hanya menghadirkan gagasan berbasis teknologi dan kebutuhan pasar, mahasiswa juga mulai mengembangkan model usaha yang mengangkat prinsip ekonomi sirkular serta pemanfaatan sumber daya lokal.

Dengan lolosnya tiga kelompok ke tingkat nasional, Universitas Riau berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas jejaring, menguji kesiapan bisnis, serta membawa nama baik Unri melalui karya dan inovasi kewirausahaan di tingkat nasional, tutup Desi. (Rabit foto:ist)*