Tanggap Darurat Bencana, Tim Medis Unri Buka Layanan Kesehatan Darurat Di Puskesmas Aceh Tamiang

Unrinews. Tim medis Universitas Riau (Unri) kembali melanjutkan misi kemanusiaan melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Sumatera 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mendirikan layanan kesehatan darurat di Puskesmas Simpang Kiri, Kecamatan Tenggulung, Kabupaten Aceh Tamiang (23/12).

Tim yang diberangkatkan merupakan gabungan dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Keperawatan (FKp) dan Rumah Sakit Unri. Anggota tim terdiri dari 2 orang dokter spesialis, 2 orang dokter umum, 1 orang ners spesialis, 2 orang ners generalis, 1 orang apoteker, 1 orang PPDS, 1 orang dokter muda, 3 orang mahasiswa kedokteran, 3 orang mahasiswa keperawatan dan 4 orang pendukung logistik lainnya. Tim membawa persediaan obat – obatan, bahan habis pakai dan alat kesehatan serta logistik lainnya melalui jalur darat dari Pekanbaru menuju Aceh Timiang.

Diberitakan sebelumnya, Dekan FK Unri, Dr dr TB Odih Rhomdani Wahid SpBA SubSp DA K MKM FIAPS, mengatakan berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Tamiang, dari total 15 puskesmas yang ada, hanya tiga puskesmas yang masih beroperasi.

“Tim medis Unri akan membantu menghidupkan kembali puskesmas yang belum dapat berfungsi, agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat kembali berjalan,” ujar Dr Odih.

Tim medis Unri melalui aksi Revitalisasi Puskesmas Simpang Kiri berhasil membuka layanan hari pertama pasca banjir. Layanan difokuskan pada pembersihan Puskesmas, layanan Poly dan UGD, tindakan perawatan luka dan bedah minor serta terapi bermain anak.

Ketua tim dr Darmawi MBiomed PhD menyampaikan bahwa Tim Tanggap Darurat Bencana dalam pelaksanaan kegiatannya bekerja sama dengan Diktisaintek melalui skema pengabdian masyarakat bencana, dengan fokus wilayah berada di Aceh Tamiang.

“Kegiatan ini akan menguatkan peran dan dampak Unri terhadap masyarakat. Apalagi akibat bencana ini semua fasilitas kesehatan terdampak dan tidak dapat melaksanakan layanan. Unri hadir sebagai secercah harapan “ungkap dr Darmawi.

Pada hari pertama dibuka, Puskesmas Simpang Kiri telah melayani 43 pasien dengan kelompok usia terbanyak adalah pra lansia (12 orang), lansia (11 orang) dan Dewasa (7 orang). Selanjutnya pasien dengan kelompok usia remaja, Pre School dan Balita. Adapun jenis diagnosa didominasi oleh Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Dyspepsia, dan Hernia Nukleus Pulposus (HNP).

Selain memberikan layanan kesehatan, tim juga memberikan layanan psikologi terapi bermain terhadap 30 anak yang terdampak warga sekitar Puskesmas Simpang Kiri.(rls, ed:Masrizal)