Program Pemulihan Pasca Bencana Sumbar, Unri Taja Pelatihan Pembuatan dan Pemasaran Lele Bumbu Kuning di Nagari Koto Kaciak Agam

Unrinews. Sebagai wujud kepedulian terhadap pemulihan pasca bencana di Sumatera Barat (Sumbar), mahasiswa Universitas Riau (Unri) melaksanakan pelatihan pembuatan dan pemasaran produk olahan Lele Bumbu Kuning (Lembuku) kepada masyarakat di Nagari Koto Kaciak, Kabupaten Agam, pada Selasa (23/02/2026).

Kegiatan ini dikemas melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk Budidaya Perikanan Skala Mikro Terintegrasi (BPSMT) yang bertujuan memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Shandy Aulia memaparkan secara langsung tahapan pembuatan olahan ikan lele bumbu kuning atau yang dikenal dengan sebutan Lembuku. Ia menjelaskan proses mulai dari pemilihan ikan lele yang berkualitas, proses pematian ikan menggunakan garam, pembersihan isi perut ikan, hingga pemberian perasan jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis. Setelah itu, ikan dilumuri dengan bumbu kuning khas yang menjadi ciri utama produk Lembuku sebelum diolah lebih lanjut.

Sementara itu, Egy Yehezkiel memberikan materi mengenai strategi pemasaran produk UMKM di era digital. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya pemanfaatan platform e-commerce sebagai sarana memperluas jangkauan pasar. Beberapa langkah yang disampaikan di antaranya pembuatan akun pada platform seperti Shopee dan Tokopedia, pengurusan legalitas usaha seperti PIRT dan NIB, serta praktik membuat iklan dan konten promosi yang menarik untuk dipublikasikan melalui media sosial.

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung proses pembuatan produk serta teknik pemasaran digital, sehingga diharapkan masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan pelatihan selesai.
Dosen pembimbing kegiatan, Rizki Oktavian SPi MSi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi untuk hadir dan berkontribusi langsung kepada masyarakat, terutama dalam masa pemulihan pasca bencana.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengolahan hasil perikanan, tetapi juga mampu mengembangkan usaha berbasis produk lokal yang memiliki nilai jual. Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting dalam mendorong pengembangan potensi lokal serta menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Nagari Koto Kaciak diharapkan mampu mengembangkan produk Lembuku sebagai salah satu produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (rilis)*