Unrinews. Universitas Riau (Unri) terus memperluas ruang bagi mahasiswa untuk berkiprah dalam forum internasional. Komitmen tersebut kembali diwujudkan melalui partisipasi empat mahasiswa Unri sebagai pembicara pada 9th International Youth Talk 2026 yang mengangkat tema “Automation and the Future of Work: A Youth Reflection”, Jumat (18/9/2026).
Keempat mahasiswa tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Fathira Hanan Artary dari Fakultas Pertanian, Shinta Saputri dari Fakultas Keperawatan, Akmal Caesar dari Fakultas Hukum, dan Cecilia Putri Halim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
Diselenggarakan secara daring, forum ini menjadi wadah bagi generasi muda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan otomasi, teknologi baru, serta implikasinya terhadap dunia kerja di masa depan.
Menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi, para peserta tidak hanya menyampaikan pandangan, tetapi juga diajak merefleksikan perubahan yang tengah berlangsung dan bagaimana generasi muda dapat mempersiapkan diri menghadapi transformasi dunia kerja.
Keterlibatan mahasiswa Unri dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perspektif mahasiswa Indonesia dalam percakapan global. Latar belakang keilmuan yang beragam turut memperkaya sudut pandang yang disampaikan dalam membahas hubungan antara perkembangan teknologi, pendidikan, kompetensi, dan masa depan pekerjaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ms Cheng Cantola, Head of Administration, Finance, and Planning of SEAMEO TED, kemudian dilanjutkan dengan sesi presentasi dan tanya jawab bersama para pembicara dan peserta dari berbagai negara.
International Youth Talk merupakan program yang diselenggarakan bersama oleh SEAMEO TED dan China–ASEAN Technical and Vocational Education Cooperation Platform (CATECP), serta diko-host oleh PASITA dan organisasi mitra.
Pada kesempatan yang berbeda, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unri, Dr Ir Sofyan Husein Siregar MPhil menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam forum internasional merupakan bagian dari upaya Unri memperluas pengalaman dan eksposur global mahasiswa.
“Internasionalisasi Unri merupakan proses yang terus kami dorong melalui berbagai ruang kolaborasi dan pengalaman global bagi sivitas akademika. Keterlibatan mahasiswa dalam forum seperti International Youth Talk menjadi salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut, agar mahasiswa Unri semakin percaya diri membawa perspektifnya ke tingkat internasional sekaligus membangun jejaring dengan generasi muda dari berbagai negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sofyan menyebutkan bahwa pengalaman tersebut menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan komunikasi, menyampaikan gagasan secara akademis, serta berinteraksi dengan peserta dari latar belakang budaya dan keilmuan yang beragam. (mukmin. foto: istimewa)*








