Unrinews. Universitas Riau (Unri) menyelenggarakan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) MBKM secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu (14/6/2025). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari enam fakultas, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Keperawatan (FKp), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), dan Fakultas Pertanian (FP).
Pembekalan ini merupakan langkah strategis Unri dalam mempersiapkan mahasiswa untuk terjun langsung ke masyarakat melalui program Kukerta MBKM. Dr Dessy Artina SH MH Sekretaris LPPM Unri, dalam kata sambutannya menekankan pentingnya program ini sebagai wadah mahasiswa memberikan kontribusi nyata. “Kukerta MBKM ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dibawah fakultas dengan koordinasi bersama LPPM Unri,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr Dessy mengharapkan program ini dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan. “Dengan adanya program Kukerta MBKM ini kami berharap mahasiswa dapat memberikan dampak dan inklusivitas kepada institusi dan juga masyarakat tempat Kukerta,” jelasnya. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi yang harmonis dengan masyarakat setempat untuk mencapai tujuan yang optimal.
Kegiatan pembekalan ini menghadirkan narasumber kompeten yang memberikan bekal pengetahuan komprehensif kepada para peserta. Prof Dr Neni Hermita SPd MPd selaku Koordinator Pusat Layanan Kukerta Unri, memberikan paparan mendasar tentang konsep dan implementasi program Kukerta. Sementara itu, Chairul ST MT dari Fakultas Teknik menyampaikan materi penting mengenai program Sustainable Development Goals (SDG’s) dan Manajemen Risiko yang akan menjadi panduan mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan di lapangan.
Aspek hukum dan sosial kemasyarakatan juga mendapat perhatian khusus dalam pembekalan ini. Suka Mariko SH MH dari Fakultas Hukum memberikan pemahaman mendalam tentang dinamika masyarakat dan hukum yang akan dihadapi mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat. Materi ini sangat relevan mengingat mahasiswa akan bersinggungan langsung dengan berbagai permasalahan sosial dan hukum di tingkat grassroot.
Sebagai bentuk persiapan yang holistik, BPJS Ketenagakerjaan turut berkontribusi dalam pembekalan dengan menyampaikan materi tentang Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Materi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang hak-hak jaminan sosial yang dapat mereka peroleh, termasuk perlindungan ketenagakerjaan yang penting untuk keamanan dan kesejahteraan mahasiswa selama pelaksanaan KKN di lapangan.
Dr.Dessy Artina menutup sambutannya dengan harapan agar mahasiswa dapat menjalin kerjasama yang konstruktif dengan perangkat desa setempat. “Melalui pembekalan ini juga semoga mahasiswa dapat menjaga kerjasama yang baik dengan perangkat desa setempat nantinya, bukan hanya sekadar tujuan formil saja,” pungkasnya. Dengan pembekalan yang komprehensif ini, diharapkan mahasiswa Unri siap memberikan kontribusi maksimal dalam mengabdi kepada masyarakat melalui program KKN MBKM. (mg. Farras ed. Rabit foto: Farras)