Unrinews. Universitas Riau (Unri) menggelar Kuliah Umum Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 bersama Dr Ismail Hasani SH MH selaku Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikisaintek) Republik Indonesia pada Rabu (13/5/2026) di Ruang Teater Kampar, Gedung Integrated Classroom Universitas Riau.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemahasiswaan Universitas Riau bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikisaintek) RI ini dihadiri oleh 300 mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah angkatan 2025 dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Provinsi Riau. Kuliah umum ini bertujuan untuk memperkuat motivasi, pemahaman, dan tanggung jawab para penerima beasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Rektor Universitas Riau melalui Prof Dr Hermandra MA selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang sekaligus bertindak sebagai moderator pada kuliah umum ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kehadiran para penerima KIP Kuliah memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa.
“Program KIP Kuliah menjadikan akses pendidikan berkualitas terbuka bagi seluruh anak bangsa yang akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Penerima KIP Kuliah tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga aktif dalam riset dan pengembangan karakter,” ujar Prof Dr Hermandra MA
Dilanjutkannya, Ia juga mengingatkan agar para mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu, mengingat sebanyak 95 persen mahasiswa Universitas Riau berhasil lulus sesuai dengan target waktu yang ditentukan.
“Tidak ada alasan bagi penerima KIP Kuliah untuk terlambat menyelesaikan studi. Fasilitas telah tersedia, kemampuan pun ada. Jika kita cepat selesai, kita bisa menjadi motivasi bagi adik-adik yang akan menyusul. Banggakan diri sendiri, banggakan keluarga, dan banggakan almamater,” tutur Prof Hermandra.
Sementara itu, Dr Ismail Hasani SH MH pada paparannya, ia menegaskan bahwa kemiskinan bukanlah takdir dan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus membentuk kepribadian manusia yang paripurna.
“Pendidikan adalah transportasi menuju kesejahteraan masyarakat. Dengan pendidikan, seseorang bisa memiliki wawasan, berpikir kritis, dan tampil menjadi manusia paripurna. Pendidikan bukan sekadar memutus rantai kemiskinan, tetapi juga mencetak manusia yang berilmu dan berakhlak baik,” jelas Dr Ismail Hasani.
Selanjutnya, Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap program KIP Kuliah yang dinilai mampu merangkul lebih banyak anak bangsa untuk mengakses pendidikan tinggi. Menurutnya, dengan adanya fasilitas yang telah disediakan oleh negara, mahasiswa memiliki kewajiban moral untuk memanfaatkannya secara maksimal.
“Kuliah saja tidak cukup. Manfaatkan seluruh fasilitas kampus dan lingkungan di luar kelas karena itu adalah bagian dari proses belajar yang sesungguhnya,” tegasnya.
Selain itu, Dr Ismail Hasani turut memaparkan enam kunci bertahan dan sukses dalam dunia perkuliahan, yakni: peran orang tua sebagai motivasi utama, keberanian mengesampingkan rasa malu demi kemajuan, kemampuan berpikir kritis, kemampuan beradaptasi dan berinteraksi, kepemimpinan sosial, serta kedisiplinan.
Kegiatan diahiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan pemateri, serta diakhiri dengan penyerahan simbolis KIP Kuliah kepada lima perwakilan mahasiswa penerima dari PTN dan PTS di Provinsi Riau. (Putri ed.Rabit foto: Izza)*











