Kementerian Lingkungan Hidup RI Gandeng Universitas Riau dan 40 Universitas se-Indonesia untuk Kolaborasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Unrinews, 28 Juli 2025 — Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia menggelar Forum Rektor bertema “Kolaborasi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup bersama Perguruan Tinggi” di Hotel Shangri-La, Jakarta. Pada acara strategis bidang lingkungan ini, Universitas Riau bersama 40 Universitas terpilih di Indonesia diundang untuk penandatangan MoU untuk berkolaborasi dalam penanganan terkait permasalahan lingkungan pada wilayah eco-regionnya masing-masing.

Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, M.Si., sangat menyambut baik dengan rencana kolaborasi penta-helix tersebut, dan menugaskan Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi untuk menghadiri acara tersebut.

Dalam forum yang diselenggarakan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan institusi pendidikan tinggi ini, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil. memaparkan peran aktif dan kontribusi Universitas Riau dalam pengelolaan lingkungan khususnya pada ekosistem gambut dan mangrove di Sumatera. Beliau menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam tata kelola lingkungan berbasis data dan menyampaikan inisiatif unggulan CPDS (Center for Peatland and Disaster Studies) Universitas Riau yang telah ditetapkan sebagai Center of Excellence oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada tahun 2024 untuk bidang Gambut dan Kebencanaan.

Dalam paparannya, Universitas Riau menyambut baik rencana pembentukan dan penguatan Pusat Riset Restorasi Ekosistem Gambut dan Mangrove di Sumatera. Selama lebih dari satu dekade, CPDS yang dinahkodahi oleh Dr. Eng. Sigit Sutikno, ST., MT., telah aktif dalam riset aksi pengelolaan gambut, mitigasi kebakaran hutan dan lahan, serta advokasi kebijakan berbasis sains untuk tata kelola lingkungan berkelanjutan. Presentasi tersebut juga menampilkan jejak kontribusi CPDS dalam kegiatan riset kolaboratif, pengabdian masyarakat, serta pelatihan dan seminar lingkungan hidup bersama mitra nasional dan internasional.

Forum ini turut menjadi ajang penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KLH/BPLH dengan perguruan tinggi sebagai komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola lingkungan hidup nasional. Diskusi lintas regional dari Sumatera hingga Papua digelar sepanjang hari, membahas tantangan dan strategi perlindungan lingkungan berdasarkan karakteristik ekoregion masing-masing wilayah.

Dengan keikutsertaan Universitas Riau dalam forum strategis ini, diharapkan kontribusi akademik dan riset Universitas Riau semakin diperkuat untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berwawasan ekologis.(rls)