Tuesday, Apr 7, 2020
HomeBeritaKebijakan Satu Data, Gali Potensi Sumber Daya Alam dan Potensi yang ada di Desa

Kebijakan Satu Data, Gali Potensi Sumber Daya Alam dan Potensi yang ada di Desa

unri.ac.id Kebijakan Satu Data untuk pembangunan berkelanjutan diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Kebijakan itu merupakan program pemerintah yang dilaksanakan dengan menggunakan metode pemetaan partisipasif dengan melibatkan berbagai kalangan, baik itu masyarakat, pemerintah, civitas akademika, serta pihak lainnya.

Universitas Riau (Unri) sebagai salah satu institusi pendidikan di Provinsi Riau ikut memberikan kontribusi dalam pembangunan berkelanjutan dalam bentuk satu data ini. Diantaranya dengan terus melaksanakan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Demikian disampaikan Rektor Unri Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA pada kegiatan Studium Generale dan Launching Peta Desa Berbasis Partisipasif, Selasa (18/2/2020) di Ruang Siak Sri Indrapura Gedung Rektorat Lt. 4.

“Program Kukerta ini menuntut para mahasiswa untuk terjun langsung ke lapangan dan tinggal di desa, melakukan penelitian sekaligus pengabdian kepada masyarakat, sehingga dapat dikolaborasikan dengan masyarakat dan pihak lainnya untuk melaksanakan kegiatan pemetaan desa berbasis partisipasif ini,” jelas Rektor.

Sebelumnya, lanjut Rektor, tahun 2019 lalu Unri telah menghasilkan kegiatan pemetaan berbasis partisipasif di Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Kerjasama multipihak ini tercipta antara Badan Informasi Geospasial (BIG), Universitas Riau, Yayasan Institut Sumber Daya Dunia (WRI-Indonesia) dan Pemerintah Kabupaten Siak, dengan mengintergrasikan Program Kukerta Tematik Geospasial, yang dibina langsung oleh PPIG LPPM Unri.

“Program ini kan dapat memberikan sumbangsih pembangunan khususnya di desa. Selama ini, selain tidak akuratnya data desa, selama ini kita minim terkait potensi yang ada di desa. Diharapkan dengan adanya data desa bebasis partisipasif ini maka akan tercipta peta desa yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai kebutuhan untuk pembangunan khususnya di daerah kita,” lanjut Aras.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Gubernur Riau, yang diwakili oleh Kepala Diskominfotik Provinsi Riau Ir H Yogi Getri. Dalam sambutannya, Yogi menyebutkan pemetaan partisipasif menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pemetaan di wilayahnya.

“Melalui pemetaan partisipasif yang melibatkan berbagai pihak ini, akan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta pihak-pihak lain terhadap hak-hak masyarakat atas tanahnya, sumber daya alam yang ada, serta potensi-potensi lain yang ada di wilayahnya,” sebutnya.

Studium Generale ini menghadirkan berbagai Narasumber, diantaranya Kepala Badan Informasi Geospasial Prof Dr Hasanuddin Z Abidin, Kepala PSKIG-BIG Dr Suprajaka MT, Kepala Diskominfotik Prov Riau Ir H Yogi Getri, Asisten Pemerintah dan Kesra Kabupaten Siak Drs L Budhi Yuwono MSi.

Pada kegiatan yang sama, juga dilaksanakan Launching Hasil Pemetaan Desa Berbasis Partisipasif Masyarakat, dengan melakukan Penandatanganan Cover Buku Modul Pengembangan Peta Partisipasif Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak, oleh Rektor, BIG, Pemerintah Provinsi Riau. (mukmin. foto: roger. rabit) ***

sumber: humas universitas riau

sumber: humas universitas riau

sumber: humas universitas riau

sumber: humas universitas riau

sumber: humas universitas riau

sumber: humas universitas riau

sumber: humas universitas riau

sumber: humas universitas riau

FOLLOW US ON:
Unri Laksanakan Upac
Pentingnya Data dan

rifaldi@staff.unri.ac.id

Rate This Article: