Ekowisata Cagar Biosfer, Kerjasama Universitas Riau dan LIPI

www.unri.ac.id – Indonesia memiliki berbagai bentuk keunikan, keindahan alam, tradisi budaya dan sejarah yang menyebar di hampir setiap daerah di Nusantara. Akhir-akhir ini terjadi perubahan tren kegiatan pariwisata dari wisata konvensional atau massal menjadi perjalanan wisata yang disebut Wisata Minat Khusus (special interest tourism), yaitu suatu bentuk wisata yang bertujuan untuk memenuhi minat- minat khusus dari kelompok-kelompok masyarakat tertentu.

Salah satu bentuk Wisata Minat Khusus adalah Ekowisata yaitu suatu bentuk wisata alam yang biasanya menggabungkan antara minat menambah pengetahuan dan minat berpetualang. Dari pijakan ide tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dan berinisiasi dengan Universitas Riau (UR), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Riau menggalakkan dan mengimplementasikan Ekowisata Cagas Biosfer 2014. Kegiatan tersebut telah diawali pada bulan November tahun 2012, namun kembali disosialisasikan dan disempurnakan di tahun 2014 ini.

Kegiatan tersebut berupa promosi paket Ekowisata lanjutan yang mengikutsertakan target peserta lebih khusus seperti perwakilan Pemerintah, Dinas-Dinas terkait dan  Perguruan Tinggi. Salah satu tim yang aktif dalam sosialisasi Ekowisata Cagar Biosfer dan juga merupakan Sekretaris Solusi Tuntas Bencana Asapa (STBA) Universitas Riau, Dr. Haris Gunawan menyatakan bahwa keterlibatan Universitas Riau dalam wisata yang akan dikembangkan antara UR, LIPI, BBKSDA dan Disbudpar adalah wisata minat khusus berbasis pelestarian lingkungan dan partisipasi masyarakat.

ekowisata2
Salah satu kegiatan Ekowisata Cagar Biosfer beberapa hari yang lalu, Dr. Haris Gunawan menyerahkan bibit tanaman kepada masyarakat setempat (foto: dok STBA UR)

ekowisata1
Ekowisata Cagar Biosfer yang diikuti oleh Dosen, Mahasiswa dan Perwakilan Pemda (foto: dok STBA UR)

“Civitas akademika Universitas Riau menjadi bagian dari masyarakat terdidik dan tentunya menyetak agen-agen  perubahan dalam memberikan pencerahan. Terobosan pemanfaatan lingkungan yang tidak merusak atau extraktif, terutama kekayaan luar biasa ekosistem air hitam gambut di Riau. Hal ini perlu mendapat apresiasi dan kontribusi dari Universitas Riau sebagai garda terdepan dalam bidang akademik di Riau.” ujar Dr. Haris yang baru-baru ini mendapat kepercayaan mendampingi Presiden RI Ir. Jokowi dalam lawatannya ke Riau pada kegiatan Blusukan Asap 27 November yang lalu.

Paket Ekowisata yang akan ditawarkan akan menjadi semacam promosi dengan mengkombinasikan antara (1) Wisata Budaya, Sejarah, Religi dan Kuliner (Istana di Kabupaten Siak, Istana Laksamana Raja Dilaut di Kec. Bukit Batudan Menu Melayu), (2) Wisata Pendidikan Lingkungan (pengenalan Ekosistem Hutan Rawa Gambut dan usaha-usaha Restorasi di lokasi Tanjung Leban dan SM Bukit Batu), (3) Wisata Adventure (sungai air hitam, hutan gambut dan tasik/danau), (4) Wisata Desa (Biovillage LIPI dan MDK BBKSDA di Desa Temiang).

Lebih lanjut, menurut Haris, hal yang telah dijalankan selama ini terkait Ekowisata Cagar Biosfer adalah dengan diadakannya kunjungan Blusukan Asap oleh Presiden RI Ir. Jokowi beberapa minggu yang lalu, dimana Presiden mengunjungi Sungai Tohor. Sungai Tohor menjadi daerah tujuan Ekowisata baru selain juga keunikan gambut dan sagu, termasuk juga kedalamnya monumen penyekatan kanal oleh Presiden, sebagai simbol perjuangan penghentian bencana asap dan perbaikan ekosistem gambut basah.

ekowisata3
Salah satu agenda yang telah dilaksanakan adalah Blusukan Asap oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo tanggal 27 November yang lalu (foto: dok STBA UR)

“Untuk dalam jangka waktu dekat ini kami dan tim telah menyiapkan rencana perjalanan jurnalis dari Jakarta untuk trip Cagar Biosfer. Sedangkan sambutan dari Universitas Riau sendiri kami sedang mematangkan konsep dan rencana dengan pihak terkait, dalam hal ini Kantor Urusan Internasional (KUI –red) untuk kedepannya membawa tamu-tamu asing yang dating ke Universitas Riau untuk melakukan trip ke Cagar Biosfer, serta sosialisasi dan penguatan paket trip Zamrud dan Sungai Tohor yang sangat unik yang telah dikunjungi Presiden.” ucap Haris.

Mewakili tim Ekowisata Cagar Biosfer, Dr. Haris juga mengharapkan kedepan Universitas Riau dapat lebih berperan signifikan dalam sosialisasi trip ekowisata ini. “Semoga dengan adanya repon positif dari kawan-kawan di KUI dan pihak terkait akan semakin meningkatkan kesadaran di lingkungan akademika bahwa pentingnya menjaga potensi jasa-jasa lingkungan, seperti potensi lingkungan pesisir dan ekosistem rawa gambut, sehingga kedepan bukan hanya memberikan kesejahteraan masyarakat tetapi juga ada sumbang ide dari dunia universitas yang banyak menyetak agen perubahan, para dosen serta peneliti, jadi lebih berdaya guna untuk lingkungan yang harmoni.” ungkapnya mengakhiri perbincangan. ***(Hizra – Puskom UR)