Unrinews. Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan oleh Fakultas Keperawatan Universitas Riau (FKp Unri) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, dosen dan mahasiswa FKp Unri mengedukasi warga RW 6 Kelurahan Labuh Baru Timur, Kota Pekanbaru, tentang pemanfaatan tanaman herbal sebagai pengusir nyamuk demam berdarah, 23 Oktober 2025.
Kegiatan ini mengusung tema Wujudkan Lingkungan Zero DBD dengan fokus pada pelatihan pengolahan tanaman serai menjadi cairan herbal pengusir nyamuk yang aman dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana namun efektif bagi keluarga dalam mencegah DBD tanpa ketergantungan pada bahan kimia.
Pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Ketua Tim Keperawatan Komunitas FKp Unri, Ns Arneliwati MKep bersama anggota tim Ns Febriana Sabrian MPH dan Ns Auliana Thesa MKep. Dalam pemaparannya, Ns Arneliwati menjelaskan bahwa pemanfaatan serai sebagai bahan herbal dapat dilakukan dengan mudah di tingkat rumah tangga serta aman digunakan oleh seluruh anggota keluarga.
“Pengolahan tanaman herbal ini menjadi salah satu alternatif pencegahan DBD yang alami, mudah, dan tidak menimbulkan risiko paparan bahan kimia. Harapannya, masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri di rumah,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan cairan herbal berbahan dasar serai yang dipandu oleh mahasiswa Fakultas Keperawatan Unri Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab serta keterlibatan langsung selama proses demonstrasi.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, kegiatan ini menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial FKp Unri dalam mendukung kesehatan masyarakat dan lingkungan. Di akhir kegiatan, tim pengabdian bersama perwakilan tokoh masyarakat menandatangani pakta integritas sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan bebas DBD, sekaligus mendukung program Pemerintah Kota Pekanbaru.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Keperawatan Unri berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman demam berdarah. (rilis Foto: Istimewa)*




