Unrinews. Untuk terus mendukung terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang aman dan bebas dari kekerasan, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (SATGAS PPKPT) Universitas Riau menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas SATGAS PPKPT dan Pembentukan sistem HOPE HELP yang dilangsungkan secara hybrid. Kegiatan Luring digelar di Ruangan Indragiri Lt. 4 Gedung Rektorat Universitas Riau dan Daring melalui pranala Zoom pada hari ini Kamis (24/07/25).
Dihadiri oleh peserta yang merupakan Dosen, Tendik dan Mahasiswa dari 10 Fakultas Universitas Riau, kegiatan ini dibuka oleh Rektor Universitas Riau Prof Dr Sri Indarti SE MSi yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Mexsasai Indra SH MH dalam kata sambutannya memberikan dukungan penuh kepada Tim SATGAS PPKPT dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual, perundungan, diskriminasi, dan intoleransi di lingkungan Universitas Riau.
Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber seperti Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Institusi Pertanian Bogor (IPB) Dr Ir Anna Fatchiya MSi, Kasubdit Pencegahan Penanganan Kekerasan dan Isu Strategis Universitas Negeri Surabaya Iman Pasu Purba SH MH, Kepala Seksi Pengaduan UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas P3AP2KB Provinsi Riau Hendri Samantha SIP MAP serta Bidang Pengaduan Pojok P2K FISIP Universitas Riau Dr Yusnarida Eka Nizmi SIP MSi.
Selain pemaparan dari masing masing narasumber pada kegiatan Penguatan Kapasitas Satgas PPKPT hari ini, dilangsungkan juga pembentukan dan penetapan struktur terkait sistem HOPE HELP.
Narasumber Dr Ir Anna Fatchiya MSi, menjelaskan terkait peran Dosen, Tendik, serta Mahasiswa dalam menjalankan fungsi dan mekanisme HOPE HELP di Perguruan Tinggi. HOPE HELP sendiri adalah sebuah organisasi yang berfokus pada pendampingan korban, edukasi dan advokasi untuk menciptakan lingkungan kampus bebas kekerasan seksual. (Nico, Foto:Nico)*