Unrinews. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri) wujudkan pelestarian keanekaragaman hayati melalui pengembangan arboretum Anggrek.
Di FEB Unri, awal pembuatan Arboretum Anggrek dilaksanakan di kawasan hutan FEB bersempena peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2025. Dekan FEB Dr Hj Alvi Furwanti Alwie SE MM menjelaskan sebanyak 120 anggrek ditempelkan pada pohon-pohon di kawasan Hutan FEB Unri. Anggrek yang digunakan terdiri dari jenis Dendrobium dan Vanda. Kedua jenis anggrek tersebut dikenal memiliki bentuk dan warna bunga yang indah, sehingga diharapkan dapat menambah nilai estetika hutan kampus, sekaligus menjadi koleksi awal dalam pengembangan Arboretum Anggrek FEB Unri.
“Penempelan 120 anggrek ini menjadi langkah awal yang sangat bermakna bagi FEB. Kita ingin Hutan FEB Unri tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga menjadi ruang konservasi, ruang pembelajaran, dan ruang inspirasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat. Arboretum Anggrek ini kita mulai dari aksi kecil, tetapi dengan harapan besar untuk masa depan”tutur Dr Alvi
Langkah itu menegaskan komitmen FEB Unri dalam memperkuat Program Green Campus melalui aksi yang konkret dan berkelanjutan. Dengan memilih anggrek, FEB ingin menghadirkan sentuhan konservasi yang tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati Hutan FEB Unri, tetapi juga membuka ruang pembelajaran langsung tentang pentingnya merawat ekosistem kampus.
Menurut Dr Alvi, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Karena itu, kegiatan penempelan anggrek tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai awal dari upaya jangka panjang untuk merawat dan mengembangkan potensi Hutan FEB Unri.
Dr Alvi juga memaparkan bahwa Hutan FEB Unri memiliki luas sekitar 3,5 hektare dan saat ini masih berstatus sebagai hutan sekunder. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Melalui penataan yang konsisten, perawatan tanaman, serta penambahan vegetasi yang sesuai. Hutan FEB Unri diharapkan secara bertahap dapat berkembang menuju karakter hutan primer yang lebih matang secara ekologis, kaya vegetasi, dan memiliki keseimbangan lingkungan yang lebih kuat.
“Dari penempelan 120 anggrek ini, FEB Unri berharap lahir gerakan yang lebih besar untuk merawat hutan kampus, memperkuat pendidikan lingkungan, serta menghadirkan warisan indah untuk generasi nanti’harap Dr Alvi.
Setali tiga uang dengan FEB, FMIPA Unri juga terus berupaya menghadirkan lingkungan kampus yang hijau, edukatif, dan berbasis konservasi melalui pengembangan Arboretum Anggrek. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian FMIPA terhadap pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus penguatan identitas kampus berbasis biodiversitas tropis. Arboretum Anggrek FMIPA menghadirkan berbagai koleksi anggrek hibrida hasil persilangan maupun anggrek spesies atau anggrek alam yang memiliki nilai estetika dan konservasi tinggi.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni FMIPA Dr Mayta Novaliza Isda MSi menjelaskan bahwa saat ini, di lingkungan FMIPA telah terdapat sekitar 10 genus anggrek, baik dari kelompok hibrida maupun spesies, yang terus dikembangkan sebagai koleksi edukasi dan konservasi. Salah satu jenis yang mendominasi koleksi adalah kelompok anggrek Dendrobium yang dikenal memiliki daya adaptasi tinggi terhadap kondisi tropis.
Lebih lanjut Dr Mayta menerangkan bahwa di FMIPA sendiri saat ini telah dibudidayakan lebih dari 30 jenis anggrek Dendrobium silangan dengan beragam variasi warna, bentuk bunga, dan karakter pertumbuhan. Beberapa jenis Dendrobium tersebut mampu tumbuh optimal pada kondisi full rain dan full sun, sehingga sangat sesuai dengan karakter iklim dan kondisi alam Provinsi Riau yang beriklim panas dan lembap.
“anggrek-anggrek ini tidak hanya indah dipandang, tetapi juga relatif mudah dipelihara dan berpotensi besar untuk dikembangkan lebih luas di lingkungan kampus”ucap Dr Mayta.
Konsep pengembangan taman anggrek di FMIPA ditempatkan pada taman khusus, berbagai tanaman anggrek ditempelkan pada pohon-pohon yang berada di area FMIPA sehingga menciptakan suasana hijau yang menyerupai habitat alami anggrek epifit di alam. Penataan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman visual yang menarik sekaligus menjadi media edukasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat umum yang berkunjung ke Universitas Riau.
Selain sebagai koleksi dan sarana konservasi, keberadaan anggrek di FMIPA juga dimanfaatkan sebagai penunjang pembelajaran pada beberapa mata kuliah di Jurusan Biologi, khususnya yang berkaitan dengan botani, biodiversitas tumbuhan, fisiologi tumbuhan, dan kultur jaringan tanaman.
Dr Mayta juga mengharapkan keberadaan taman anggrek ini nantinya dapat menjadi salah satu ikon lingkungan hijau kampus yang dapat dinikmati oleh seluruh civitas akademika Unri. Selain mempercantik kawasan kampus, taman ini juga berpotensi menjadi sarana praktikum, penelitian, konservasi, pengembangan kultur jaringan, hingga penguatan kegiatan bioentrepreneurship mahasiswa.
“FMIPA juga berharap pengembangan taman anggrek ini dapat menarik perhatian investor maupun mitra kerja sama untuk mendukung pembangunan greenhouse anggrek di masa mendatang. Kehadiran greenhouse nantinya diharapkan mampu menunjang kegiatan konservasi, pembibitan, budidaya, penelitian, serta pengembangan koleksi anggrek lokal dan nasional secara lebih optimal”papar Dr Mayta.
Ke depannya, pengembangan anggrek di FMIPA tidak hanya berorientasi pada aspek konservasi dan estetika kampus, tetapi juga diarahkan sebagai salah satu potensi income generating fakultas. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui penjualan bibit dan tanaman anggrek, pelatihan budidaya, penyediaan tanaman hias, wisata edukasi, hingga kerja sama riset dan pengembangan tanaman berbasis biodiversitas lokal.
Selain itu, anggrek-anggrek koleksi FMIPA juga berpotensi dikembangkan melalui sistem penyewaan tanaman anggrek untuk dekorasi kantor, ruang pertemuan, hotel, maupun berbagai kegiatan dan acara formal lainnya, sehingga dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan keindahan anggrek kepada masyarakat luas.
Pembuatan Arboretum Anggrek merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem kampus yang lebih peduli terhadap alam. Arboretum Anggrek FEB dan FMIPA diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan anggrek di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus menjadi contoh harmonisasi antara pelestarian lingkungan, pendidikan, penelitian, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis keanekaragaman hayati Indonesia.(rls,ed:Masrizal, foto:Ist






