Unri Menyongsong Revolusi Industri 4.0

unri.ac.id Dalam rangka menyikapi perkembangan era revolusi industri 4.0, Universitas Riau (Unri) selalu berperan aktif untuk mengembangkan inovasi terbaru dalam bidang industri. Peran aktif ini di buktikan dalam bentuk implementasi hasil-hasil penelitian yang ada di Unri.

Dodi Sofyan Arif ST MT, menyampaikan dalam dunia Industri baja ataupun material teknik lainnya, pastinya tidak lepas dari sebuah proses penyambungan atau sebagainya. Baik itu untuk penyambungan dengan material kayu, baja atau material yang lainnya. Namun untuk dibidang konstruksi baja, secara spesifik dibutuhkan proses penyambungan logam yang menggunakan mesin las, dan paling banyak digunakan adalah las listrik atau disebut dengan las  SMAW (Shield Metal Arc Welding-red ).

IMG_1099

Sumber: HUMAS Universitas Riau

“Las SMAW adalah sebuah proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas untuk mencairkan benda kerja dan elektroda (bahan pengisi-red). Energi panas pada proses pengelasan SMAW dihasilkan karena adanya lompatan ion (katoda dan anoda-red) listrik yang terjadi pada ujung elektroda dan permukaan material,” jelas Dodi.

Lebih lanjut Dodi, menjelaskan pada proses pengelasan SMAW jenis pelindung yang digunakan adalah selaput flux yang terdapat pada elektroda. Flux pada elektroda SMAW berfungsi untuk melindungi logam las yang mencair saat proses pengelasan berlangsung. Flux ini akan menjadi slag ketika sudah padat.

“Pada proses las SMAW terdapat tiga tipe atau jenis mesin Las yaitu Mesin LAS AC, DC dan AC/DC. Semua jenis mesin las tersebut mempunyai keunggulan dan kekurangan masing masing, sedangkan untuk automatic welding smaw atau las smaw ini menggunakan tipe AC,” terang Dosen Teknik Unri ini menjelaskan.

IMG-20180117-WA0003

Sumber: HUMAS Universitas Riau

IMG_1164

Sumber: HUMAS Universitas Riau

“Alat ini merupakan inovasi dari proses pengelasan secara otomatis. Dengan menggunakan kendali Arduino Uno dimana kita dapat mengatur beberapa elemen pengelasan secara konstan dan lebih aman untuk kesehatan oparator las dan alat ini mudah digunakan dan dioperasikan,” tambah Dodi.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unri, Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, mengatakan Revolusi industri generasi keempat ini ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, editing genetik dan perkembangan inovasi pada sektor industri terbaru.

“Pada era industri generasi keempat ini, ukuran besar Universitas tidak menjadi jaminan, namun kelincahan universitas sebagai perguruan tinggi menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dengan cepat. Oleh sebab itu, perguruan tinggi harus peka dan melakukan instrospeksi diri sehingga mampu mendeteksi posisinya serta menyikapi dengan bijak di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap Aras.

IMG_1154

Sumber: HUMAS Universitas Riau

“Oleh sebab itu, Unri selalu mencoba membuat trobosan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbaru untuk menyegarkan perubahan inovasi industri tersebut,” ujar Rektor saat mengikuti kegiatan Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Tahun 2018 (Rakernas-Kemenristekdikti) di Medan Sumatera Utara, 16-17 Januari 2018.

Pada kegiatan Rakernas Kemenristekdikti Tahun 2018 ini, Unri juga menampilkan produk hasil penelitiannya berupa Shield Metal Arc Welding pada kegiatan pameran pendamping Rakernas Kemenristekdikti Tahun 2018. (wendi. foto: riski) ***