5838 Mahasiswa UR Laksanakan Riset Terapan Melalui KKN

unri.ac.id Universitas Riau (UR) melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Juli hingga September 2017 memberangkatkan sebanyak 5838 mahasiswa peserta KKN tahun 2017. Pada periode ini, UR melaksanakan empat kelompok KKN, yang meliputi KKN kebangsaan, KKN bersama, dan KKN tematik, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman di SKA Co-ex Pekanbaru, Kamis (6/7).

Rektor UR, Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA dalam penyampaian laporan penyelenggaraan KKN ini di hadapan ribuan mahasiswa peserta KKN, menyebutkan sesuai dengan Panduan KKN nomor 193 tahun 2008, pelaksanaan KKN adalah bertujuan agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja dan belajar mengembangkan masyarakat dalam menerapkan teknologi.

IMG_7872

Sumber : HUMAS Universitas Riau

“Melalui pelaksanaan KKN, kita berkeinginan selain mahasiswa dapat memperoleh pengalaman kerja dan belajar mengembangkan masyarakat dalam menerapkan teknologi, mahasiswa juga dapat menjadi pendorong terlaksananya riset terapan dalam rangka membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat,” sebut Aras.

Lebih lanjut, Aras menyebutkan sebanyak 5383 orang mahasiswa yang mengikuti KKN ini akan dibimbing oleh 146 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang akan ditempatkan di 10 Kabupaten dan 55 kecamatan dan 464 desa.

“Pada pelaksanaan KKN tahun 2017 ini, kita akan menempatkan mahasiswa sebanyak 5838 orang, DPL 146 orang, dengan jumlah distribusi wilayah di 10 kabupaten, 55 kecamatan, 464 desa yang ada di Propinsi Riau. Rinciannya adalah Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 7 kecamatan 80 desa 899 orang mahasiswa. Indragiri Hilir 6 kecamatan 30 desa 366 orang mahasiswa. Kuantan Singingi 10 kecamatan 97 desa 1261 orang mahasiswa. Siak 7 kecamatan 54 desa 716 orang mahasiswa. Kampar 26 desa 346 orang mahasiswa. Rohul 4 kecamatan 23 desa 239 orang mahasiswa. Rokan Hilir 5 kecamatan 44 desa 552 orang mahasiswa. Bengkalis 4 kecamatan 58 desa 738 orang mahasiswa. Pelawan 5 kecamatan 27 desa 361 orang mahasiswa. Kabupaten Kepulauan Meranti 4 kecamatan 25 desa 300 orang mahasiswa,” jelas Aras.

“Kegiatan KKN ini, kita mulai memberangkatkan mahasiswa peserta KKN dimulai pada tanggal 7-10 Juli 2017. Kegiatan Monitoring dimulai pada tanggal 7-10 Agustus 2017. Kegiatan penjemputan dan lokakarya dimulai pada tanggal 7-10 September 2017,” terang Aras.

Pada tahun ini, Rektor UR juga menjelaskan mahasiswa UR juga mengikuti berbagai kelompok program KKN yang diselenggarakan pada tahun 2017 ini. “Pada kelompok pelaksanaan KKN kebangsaan berpusat di kota gorontalo, kita memberangkatkan sebanyak 5 orang. Melalui KKN bersama Perguruan Tinggi di Wilayah Barat yang berpusat di Kota Bangka Belitung, kita memberangkatkan sebanyak 13 orang mahasiswa. Melalui KKN tematik revolusi mental, akan ditempatkan di 20 desa dengan jumlah mahasiswa sebanyak 280 orang. Melalui KKN Tematik BKKBN, dengan penempatan di 10 desa sebanyak 150 orang mahasiswa. Melalui KKN tematik dengan tema membangun masyarakat, sebanyak 1500 orang mahasiswa, serta melalui KKN Reguler di 334 desa sebanyak 3390 org mhs,” jelas Rektor UR.

IMG_7990

Sumber : HUMAS Universitas Riau

Pada kesempatan itu, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan kepada mahasiswa agar melaksanakan kegiatan KKN dengan baik.

“Saya mengajak kepada seluruh peserta mahasiswa KKN dapat membawa misi pribadi, universitas, bahkan propinsi. Misi itu haruslah baik melalui pelaksanaan KKN dengan baik. Tujuan dari KKN betul dinikmati dan dikerjakan. Karena nanti kalau jadi pemimpin, maka pelajaran yang diperoleh dari mengikuti kegiatan KKN ini merupakan sarana tempat belajarnya. Bangunlah daerahnya bangun tempat KKN nya dan dilaksanakan dengan baik,” kata Arsyadjuliandi.

“KKN ini merupakan wadah dan sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh di kampus. Kaitannya dengan kemandirian ekonomi dan desa mandiri nanti mahasiswa diharapkan mampu berperan penuh, selanjutnya melakukan diskusi mendalam terkait dengan program yang telah dibuat. Mudah-mudahan ini menjadi point penting dalam pengabdian kepada masyarakat, karena diharapkan program Kukerta ini bisa menyentuh pada akar substansi,” ucap Arsyad.

Lebiih lanjut, Arsyad menyampaikan posisi mahasiswa pada saat sekarang ini diharapkan mampu menjadi mitra antara pemerintah daerah dan UR. Untuk mahasiswa yang mengikuti KKN bisa berperan aktif meningkatkan dan menggali potensi desa berbasis kearifan lokal dengan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan,” jelas Gubernur Riau.

Pada kesempatan itu, Rektor UR, Gubernur Riau, serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UR, Prof Dr Almasdi Syahza SE MP menyerahkan secara simbolis mahasiswa peserta KKN UR kepada Bupati yang ada di Propinsi Riau.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, Bupati Kabupaten Siak Drs H Syamsuar MSi, perwakilan dari Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kepala BKKBN Propinsi Riau, Wakil Rektor UR, Ketua LPPM UR, Dekan, DPL, Kepala Biro, Kepala Bagian, dab Kepala Subbagian yang ada di UR. (wendi) ***

Skip to content