Dorong Ekonomi Sirkular, Tim Pengabdian Unri Olah Limbah Kertas Menjadi ECOPOT Biodegradable di Desa Batu Belah

Unrinews. Tim pengabdian Universitas Riau (Unri) memperkenalkan ECOPOT, pot tanaman biodegradable berbasis limbah kertas, kepada masyarakat Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, pada 3 Oktober 2026.

Kegiatan ini melibatkan kelompok PKK, kader Posyandu, perangkat desa, serta mahasiswa Program Studi D3 Teknologi Pulp dan Kertas Unri. ECOPOT dikembangkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan kembali limbah kertas dan kardus rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Proses pembuatannya cukup sederhana. Limbah kertas dipilah, dipotong, direndam, kemudian dihancurkan hingga menjadi pulp. Setelah kadar air dikurangi dan dicampur dengan bahan perekat, pulp dicetak, dipadatkan, dan dikeringkan hingga menjadi pot tanaman.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan ECOPOT. PKK Desa Batu Belah menjadi salah satu kelompok yang aktif mengikuti setiap tahapan dengan pendampingan tim dosen dan mahasiswa.

Syelvia Putri Utami, selaku bagian dari tim Dosen Pengabdian Unri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa limbah kertas tidak selalu harus berakhir menjadi sampah. Dengan teknologi yang sederhana, material tersebut masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna, seperti ECOPOT. Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan praktik ini secara mandiri dan mengembangkannya sesuai kebutuhan,” harapnya.

Pengembangan ECOPOT juga menjadi kelanjutan dari kegiatan Unri sebelumnya di Desa Batu Belah yang memperkenalkan pemanfaatan kertas bekas menjadi seed paper. Melalui ECOPOT, pemanfaatan limbah kertas diarahkan pada produk yang dapat digunakan untuk pembibitan maupun tanaman hias.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga menyerahkan peralatan pembuatan ECOPOT kepada perwakilan PKK Desa Batu Belah. Serah terima ini diharapkan mendukung keberlanjutan kegiatan setelah program pengabdian selesai.

Tim pengabdian terdiri atas Syelvia Putri Utami, Esty Octiana Sari, Evelyn, Desi Heltina, Muhammad Iwan Fermi, dan Supriani Sidabalok, bersama mahasiswa Micheal Hermawan, Excel Di Caprio, Hafiz Ananda Michola, Nabilah Anis Az Zahra, Natalia Justin, dan Sannie.

Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Desa Batu Belah Wahyu Affandi SHut, dan Ketua PKK Desa Batu Belah Leni Darsi.

Ke depan, ECOPOT berpeluang dikembangkan menjadi produk usaha masyarakat melalui variasi ukuran dan bentuk, penyempurnaan formulasi, standardisasi produksi, hingga pengembangan kemasan dan pemasaran. Sehingga, limbah kertas menjadi bisa bermanfaat menjadi sumber daya yang lebih berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular. (mukmin. foto: istimewa)*