Unri Percepat Pemutakhiran Data dan Arsip Kepegawaian melalui MyASN dan DMS BKN

Unrinews. Universitas Riau (Unri) Kembali memperkuat tata kelola administrasi dan kearsipan kepegawaian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya manusia. Langkah ini dilakukan melalui Sosialisasi Akselerasi Pemutakhiran Data dan Pengunggahan Arsip pada Aplikasi MyASN dan DMS BKN yang dilaksanakan pada Senin (7/9/2026) di Ruang Indragiri, Lantai 4 Gedung Rektorat.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 3057/DST/A3/KP.11.00/2026 tanggal 26 Agustus 2026. Dalam surat ini memuat arahan terkait pemanfaatan aplikasi DMS BKN sekaligus mendorong peningkatan predikat kelengkapan arsip Kemdiktisaintek dari kategori “Cukup Lengkap” menjadi “Lengkap” yang paling lambat dilakukan pada akhir Desember 2026.

Sosialisasi diikuti oleh unsur pengelola administrasi dan kepegawaian, mulai dari staf, Kepala Bagian Umum, Ketua Pokja Keuangan dan Kepegawaian, staf kepegawaian, Kepala Bagian, Ketua Tim, Ketua Pokja, hingga Kepala Subbagian beserta staf. Adapun keterlibatan lintas unit ini pada kegiatan sosialisai diharapkan dapat mempercepat proses pemutakhiran data sekaligus memastikan dokumen kepegawaian tersimpan secara tertib dan sesuai ketentuan.

Menurut Kepala Biro Keuangan dan Umum, Evi Nadhifa SSi menegaskan bahwa pemutakhiran data bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengelolaan kepegawaian yang akurat dan terdokumentasi.
“Pemutakhiran data dan kelengkapan arsip perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Data kepegawaian yang tertib akan memudahkan proses administrasi, mendukung ketepatan layanan, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan sumber daya manusia di Universitas Riau, ” ujar Evi Nadhifa

Sementara itu, Ketua Tim Kepegawaian, Eko Budi Prasetyo ST MKom menyampaikan bahwa percepatan pengunggahan arsip pada MyASN dan DMS BKN membutuhkan ketelitian dari setiap unit yang terlibat. Menurutnya, kelengkapan dokumen harus dibarengi dengan kesesuaian data sehingga informasi yang tersimpan dalam sistem benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami akan mengawal proses ini agar pemutakhiran data dan pengunggahan dokumen dapat berjalan terarah. Setiap berkas perlu diperiksa kembali, baik dari sisi kelengkapan maupun kesesuaiannya dengan data kepegawaian. Dengan koordinasi yang baik, target peningkatan predikat kearsipan dapat kita capai sesuai batas waktu yang telah ditetapkan,” tutur Eko.

Dilanjutkannya, semoga melalui kegiatan ini Unri menargetkan proses pemutakhiran data dan digitalisasi arsip kepegawaian dapat berlangsung lebih efektif. Penggunaan MyASN dan DMS BKN juga diharapkan semakin memperkuat integrasi data, memudahkan penelusuran dokumen, serta menciptakan pengelolaan arsip yang lebih sistematis, harap Eko
Selain itu, Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Unri untuk menghadirkan tata kelola administrasi yang tertib, akurat, transparan, dan berbasis digital, sejalan dengan tuntutan peningkatan kualitas layanan kelembagaan, Harap Eko, dan kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan praktik secara langsung yang di pimpin oleh Afriza Dwi Ikhsani selaku Pranata SDM Terampil Universitas Riau. (Rabit foto:Rabit)*