Unrinews. Dosen Program Studi Ilmu Kelautan Univeraitas Riau (Unri), Mardalisa PhD terpilih sebagai salah satu presenter pada The 8th Environmental Dimensions of Antimicrobial Resistance 8th (EDAR8) yang diselenggarakan di Brisbane Convention & Exhibition Centre, Australia, pada 2–7 Agustus 2026.
EDAR8 merupakan konferensi internasional yang mempertemukan para peneliti dunia untuk membahas berbagai isu mutakhir terkait resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) dari perspektif One Health. Dalam forum ilmiah tersebut, Mardalisa mempresentasikan hasil riset berjudul “Host-associated Antimicrobial Resistance Dynamics in Wastewater Treatment Revealed by Single-cell Genomics.”
Penelitian ini mengungkap dinamika resistensi antimikroba yang berasosiasi dengan mikroorganisme pada sistem pengolahan air limbah melalui pendekatan genomik sel tunggal (single-cell genomics), sebuah metode mutakhir yang memungkinkan identifikasi inang pembawa gen resistensi secara lebih presisi. Topik tersebut tercantum dalam program ilmiah EDAR8 sebagai bagian dari sesi One Health AMR Genomic Epidemiology and Surveillance.
Tidak hanya terpilih sebagai presenter, Mardalisa juga berhasil meraih Registration Award kategori Female Researcher from a Low- or Middle-income Country (LMIC). Penghargaan ini diberikan oleh Takara Bio Europe dan Resistomap sebagai gold sponsor konferensi kepada peneliti perempuan dari negara berpendapatan rendah dan menengah yang dinilai memiliki kontribusi ilmiah dan potensi besar dalam pengembangan riset resistensi antimikroba di tingkat global.
Pada kesempatan yang berbeda, Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Mardalisa ini, menurutnya ini akan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghasilkan penelitian yang relevan dengan isu-isu global.
“Keberhasilan ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendorong riset berkualitas, meningkatkan publikasi internasional, serta memperkuat kontribusi akademik Indonesia dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada bidang kesehatan, lingkungan, dan inovasi,” ungkapnya. (mukmin. foto: istimewa)*

