Unri Dorong Budaya Kampus Inklusi melalui Pelatihan Bahasa Isyarat

Unrinews. Universitas Riau (Unri) melalui Duta Unri bekerja sama dengan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi mahasiswa Unri, Jumat (22/5/2026), di Ruang Indragiri Gedung Rektorat Unri.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kepedulian serta pemahaman mahasiswa terhadap komunikasi inklusif bagi penyandang disabilitas tuli.

Mengusung tema “Bahasa yang Didengar Hati”, pelatihan ini diikuti mahasiswa Unri yang memiliki minat untuk mempelajari dan memahami bahasa isyarat sebagai sarana komunikasi yang ramah dan inklusi di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Pembina Duta Unri, Clara Yolandika SP MSi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Duta Unri dan Bosindo dalam menghadirkan ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa bisa memahami dasar-dasar bahasa isyarat, serta dapat menumbuhkan rasa empati dan kesadaran untuk menciptakan lingkungan yang inklusi bagi semua,” ujarnya.

Dengan pelatihan ini, lanjut Clara, diharapkan dapat membangun budaya kampus yang lebih inklusi serta memperkuat kepedulian sosial mahasiswa terhadap keberagaman di lingkungan Unri.

Pelatihan menghadirkan narasumber Habibi Ramadhan, Founder Ruang Edu Inklusi, yang memberikan materi mengenai pentingnya komunikasi inklusif serta pengenalan dasar bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak mempraktikkan berbagai kosakata dasar bahasa isyarat, mulai dari salam, perkenalan diri, hingga percakapan sederhana. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan antusias, terlihat dari semangat peserta dalam mengikuti setiap sesi praktik. (mukmin. foto: mukmin)*