Teratai, Bintaro, dan Matoa, Sebagai Napas Hijau Kampus Unri

Unrinews. Pagi di kampus Universitas Riau (Unri) selalu punya cara sederhana untuk menyapa. Embun yang masih bertahan di atas daun, cahaya matahari yang menembus celah pepohonan, dan riak air tenang yang dihiasi bunga teratai menciptakan suasana yang tak sekadar indah, tetapi juga menenangkan.

Di salah satu sudut perairan kampus, hamparan teratai tampak mengapung anggun. Bunga-bunga itu menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam yang terus dijaga. Unri menjadikan area ini sebagai ruang refleksi terbuka, tempat mahasiswa bisa belajar, berdiskusi, atau sekadar melepas penat di tengah kesibukan akademik.

Beranjak dari tepian air, deretan pohon bintaro berdiri kokoh di sepanjang jalur pedestrian. Daunnya yang rindang menaungi langkah-langkah mahasiswa yang berlalu-lalang. Di bawahnya, percakapan ringan hingga diskusi serius kerap terjadi. Bintaro, yang selama ini dikenal sebagai tanaman peneduh, kini dipandang lebih dari itu, ia adalah saksi hidup dinamika kampus.

Tak jauh dari sana, pohon matoa mulai menunjukkan keberadaannya. Buahnya yang khas menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mahasiswa yang penasaran dengan kekayaan hayati Indonesia. Matoa hadir sebagai bagian dari upaya memperkenalkan tanaman nusantara sekaligus memperkaya lanskap kampus.

Yang menarik, keberadaan ketiga tanaman ini memiliki fungsi ekologis, dan nilai edukasi berjalan beriringan. Teratai menjaga keseimbangan ekosistem air, bintaro menghadirkan keteduhan, dan matoa membawa cerita tentang keragaman hayati Indonesia.

Raihan, salah satu mahasiswa Unri yang kerap menghabiskan waktu di taman depan kampus, mengaku merasakan langsung manfaat dari ruang hijau tersebut. Ia sering duduk di bawah rindangnya pepohonan untuk sekadar menghirup udara segar bersama teman-temannya di sela aktivitas kuliah.

“Setiap kali duduk di sini, melihat teratai di air dan dikelilingi pepohonan, pikiran terasa lebih jernih. Tempat ini bukan hanya indah, tapi juga membantu kami melepas penat. Kehadiran ruang hijau yang asri seperti ini penting untuk kesehatan mental kami sebagai mahasiswa,” ujar Mahasiswa Ilmu Komputer ini. (mukmin. foto: rabit/nico)*