Unri Luncurkan Lima Prodi PPDS, Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan di Riau

Unrinews. Universitas Riau (Unri) melalui Fakultas Kedokteran secara resmi meluncurkan lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan dan menjawab kebutuhan dokter spesialis di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan kedokteran di daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVII Riau-Kepri, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, pimpinan Fakultas Kedokteran, hingga direktur rumah sakit pemerintah dan swasta, baik secara langsung maupun daring.

Rektor Universitas Riau melalui Dr Mexsasai Indra SH MH selaku Wakil Rektor Bidang Akademik Dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembukaan PPDS merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui program di bidang kesehatan. Kebijakan ini bertujuan mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, meningkatkan akses pendidikan spesialis di daerah, serta mendorong pemerataan layanan kesehatan secara nasional.

Disebutkannya bahwa selama ini Indonesia, termasuk Riau dan Kepulauan Riau, masih menghadapi kekurangan jumlah dokter spesialis serta distribusi yang belum merata, terutama di daerah kabupaten/kota. Oleh karena itu, kehadiran program PPDS di Unri diharapkan menjadi solusi strategis untuk menjawab tantangan tersebut.

Universitas Riau, sebagai institusi pendidikan tinggi, menyatakan komitmennya dalam mendukung penuh kebijakan pemerintah dengan mempercepat proses pembukaan program studi. Seluruh dokumen administratif dan persyaratan telah difasilitasi secara cepat dan responsif, termasuk melalui koordinasi intensif antara pihak universitas dan Fakultas Kedokteran.

Adapun lima program studi PPDS yang resmi diluncurkan meliputi Spesialis Urologi, Neurologi, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Penyakit Dalam, serta Dermatologi, Venereologi, dan Estetika. Program-program ini diharapkan mampu mencetak dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, tutur Dr Mexsasai

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XVII, Dr Nopriadi SKM MKes dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian Universitas Riau. Ia menegaskan bahwa pembukaan program studi spesialis bukanlah hal mudah karena memerlukan kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta sinergi lintas sektor.

“Ini adalah langkah besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah. Kita berharap lulusan dari program ini mampu menjadi motor penggerak transformasi kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga mutu pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk rumah sakit dan pemerintah daerah, dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini, tutur Dr Nopriadi

Senada dengan Nopriadi, Dr Mexsasai menegaskan Universitas Riau juga menekankan bahwa dalam proses penerimaan peserta didik PPDS akan tetap mengedepankan kualitas melalui seleksi ketat, guna menjaga rasio dosen dan mahasiswa serta standar pendidikan yang berlaku.

Ke depan, Unri, lanjut Mexsasai menargetkan agar seluruh program studi PPDS yang baru dibuka dapat segera meraih akreditasi unggul dan menjadi rujukan pendidikan dokter spesialis di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan peluncuran ini, Universitas Riau optimistis dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan serta mendorong pemerataan layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, tutup Mexsasai. (Rabit foto: Budi)*