Delapan Guru Besar Unri Dikukuhkan, Sebagai Kontribusi Riset bagi Pembangunan Daerah dan Nasional

Unrinews. Universitas Riau (Unri) kembali mengukuhkan delapan Guru Besar baru pada Senin (19/1) di Gedung Student Center Kampus Bina Widya Unri. Pengukuhan ini menjadi momentum strategis penguatan kapasitas intelektual Unri dalam menjawab tantangan pembangunan daerah, nasional, hingga global. Demikian disampaikan Rektor Unri Prof Dr Hj Sri Indarti SE MSi.

Dalam sambutannya, Rektor menyebutkan bahwa Guru Besar memiliki peran kunci dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata bagi masyarakat, karena selain sebagai capaian akademik tertinggi, Profesor juga menjadi amanah untuk menghadirkan kebermanfaatan.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik. Kehadiran delapan Guru Besar yang dikukuhkan pada hari ini adalah tambahan energi luar biasa bagi kekuatan intelektual Unri. Gelar Profesor bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi “menara air” yang mengalirkan solusi, bukan sekadar “menara gading” yang menjulang tinggi namun tak menyentuh bumi,” jelas Rektor.

Penguatan SDM Unggul dan Inovasi Lintas Disiplin

Delapan Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan strategis, meliputi keperawatan, teknik, pendidikan, perikanan dan kelautan, hingga hukum. Keberagaman kepakaran ini mencerminkan kesiapan Unri dalam memperkuat sumber daya manusia unggul, mendorong inovasi berbasis riset, serta mengembangkan solusi lintas sektor yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Adapun Guru Besar yang Dikukuhkan diantaranya:

1. Prof. Ns. Bayhakki, M.Kep., Sp.KMB., Ph.D. Bidang Keperawatan Medikal Bedah

2. Prof. Dr. Nazaruddin, S.T., M.T.
Bidang Teknik Mesin – Kendaraan Masa Depan

3. Prof. Dra. Yenita Roza, M.Sc., Ph.D.
Bidang Kurikulum dan Desain Pembelajaran (Pendidikan Matematika)

4. Prof. Zetra Hainul Putra, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Bidang Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar

5. Prof. Ir. Eni Yulinda, M.P., Ph.D.
Bidang Sosial Ekonomi Perikanan

6. Prof. Drs. Daeng Ayub, M.Pd., Ph.D.
Bidang Manajemen Pendidikan

7. Prof. Dr. Ir. Mulyadi, M.Phil.
Bidang Teknik Budidaya Ikan – Sistem Resirkulasi

8. Prof. Dr. Erdianto Effendi, S.H., M.Hum.
Bidang Hukum Pidana Materil

Dengan pengukuhan ini, jumlah Guru Besar aktif Unri meningkat menjadi 144 orang yang tersebar di sepuluh fakultas. Peningkatan ini menjadi indikator penguatan kualitas akademik sekaligus modal strategis bagi Unri dalam memperluas dampak riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan Kebijakan Perguruan Tinggi Berdampak dan Astacita Presiden

Rektor Unri juga menegaskan bahwa arah pengembangan keilmuan para Guru Besar sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang Perguruan Tinggi Berdampak, di mana kampus diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menghadirkan solusi atas persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Kepakaran para Guru Besar Unri sangat relevan dengan agenda nasional, khususnya Astacita Presiden, seperti penguatan pembangunan SDM, sains dan teknologi, serta hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujarnya.

Berbagai inovasi yang dikembangkan mencakup teknologi kesehatan, kendaraan ramah lingkungan, sistem resirkulasi budidaya ikan, penguatan kurikulum dan pembelajaran, kepemimpinan pendidikan berbasis budaya, hingga pengembangan hukum pidana yang lebih berkeadilan. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung kebijakan publik yang berbasis data, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Guru Besar sebagai Lokomotif Perubahan
Di tengah disrupsi global yang semakin kompleks, Unri mendorong para Guru Besar untuk berperan sebagai lokomotif perubahan, baik di lingkungan akademik maupun di tengah masyarakat. Integritas akademik, etika ilmiah, serta keberpihakan pada kepentingan publik menjadi nilai utama yang harus dijaga.

“Dari Unri harus lahir pemikiran-pemikiran besar yang mampu menggerakkan perubahan dan berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” pesan Rektor. (mukmin. foto.izza)*