JURUSAN ARSITEKTUR UNIVERSITAS RIAU GELAR KONFERENSI INTERNASIONAL RE:FORM 2025: RETHINKING FORM, IDENTITY, AND ENVIRONMENT IN ARCHITECTURE

Unrinews. Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Riau (Unri) sukses menggelar forum akademik internasional RE:FORM 2025 pada 29 November 2025 dengan tema “Rethinking Form, Identity, and Environment in Architecture”. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas dinamika arsitektur kontemporer yang dipengaruhi budaya, nilai vernakular, inovasi, dan isu keberlanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Sofyan Husein Siregar, M.Phil., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan identitas arsitektur di tengah tantangan global. Forum ini menghadirkan rangkaian kuliah utama dan kuliah undangan yang disampaikan para pakar dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Sebagai pembicara utama, hadir Prof. Dr. Nangkula Utaberta IAI, M.SSA (UCSI University); serta Ar. Dr. Eng. Beta Paramita, S.T., M.T., IAI, GP (Universitas Pendidikan Indonesia). Dalam paparannya, para keynote menyoroti perkembangan bentuk dan identitas arsitektur melalui reinterpretasi budaya, inovasi teknologi, serta pendekatan desain berbasis lingkungan. Mereka turut mendorong mahasiswa dan peneliti untuk mengembangkan arsitektur yang berpijak pada kearifan lokal namun tetap adaptif terhadap tuntutan modernisasi.

Konferensi ini juga diwarnai dengan kehadiran sejumlah pembicara undangan, di antaranya Associate Prof. Johannes Widodo (National University of Singapore), Prof. Akiko Okabe (The University of Tokyo), Dr. Ronny Bowo Leksono, M.T. (Kepala BRIDA Provinsi Riau), serta Prof. Madya Dr. Mohd Sabrizaa B ABD Rashid (Universiti Teknologi Mara). Mereka menyampaikan materi terkait transformasi kota, inovasi material, konstruksi berkelanjutan, hingga relevansi praktik arsitektur vernakular dalam konteks masa kini.

Diskusi interaktif antara peserta dan pembicara berlangsung dinamis, membahas tantangan arsitektur dalam menghadapi perubahan lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta urgensi mempertahankan nilai-nilai budaya. Forum ini menjadi ruang kolaboratif bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, serta bagi akademisi untuk memperkuat jejaring penelitian.

Melalui penyelenggaraan RE:FORM 2025, Universitas Riau berharap dapat menumbuhkan pemikiran kritis dan dialog interdisipliner dalam merumuskan masa depan arsitektur—yakni arsitektur yang peka budaya, berkelanjutan, dan responsif terhadap perkembangan zaman. (Rilis/foto:Ist)***