Unrinews. Universitas Riau (Unri) terus menunjukkan komitmennya sebagai kampus berdampak melalui berbagai inisiatif strategis lintas sektor. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan melalui diskusi bersama mitra terkait pengajuan hibah pembangunan Jembatan Edukatif yang dilaksanakan pada Kamis, 10 Juli 2025, di Ruang Indragiri Gedung Rektorat kampus Binawidya Panam.
Proyek jembatan ini dirancang tidak hanya sebagai penghubung antar zona utama kampus, namun juga sebagai sarana pembelajaran kontekstual, edukatif, dan rekreatif yang terintegrasi dengan ruang terbuka hijau kampus. Jembatan tersebut akan menjadi landmark baru Universitas Riau yang mencerminkan transformasi Unri sebagai pusat inovasi pendidikan yang berdampak sosial dan ekologis.
Diskusi ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Riau, Prof Dr Sri Indarti SE MSi bersama Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Yuana Nurulita SSi MSi PhD.
Dalam sambutannya, Rektor Unri menyampaikan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi Unri sebagai kampus berdampak yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat luas melalui karya infrastruktur edukatif.
Turut hadir Dekan Fakultas Teknik, Prof Ahmad Fadli ST MT PhD yang menyampaikan bahwa proyek ini sangat relevan dengan bidang keteknikan dan mendukung pencapaian berbagai Indikator Kinerja Utama (IKU) pendidikan tinggi, khususnya: IKU 2 dan IKU 3, yaitu keterlibatan mahasiswa dalam magang dan pembelajaran di luar kampus secara langsung melalui pendampingan proyek.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Teknik, Prof Dr Ir Azriyenni ST MEng menambahkan bahwa keterlibatan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dalam proyek ini membuka peluang dosen praktisi dari kementerian PU untuk mengajar di kampus, sekaligus memperkuat sinergi universitas dan dunia kerja. Dengan terjalinnya kolaborasi strategis antara Fakultas Teknik dengan kementerian teknis dan mitra industri (IKU 6).
Dukungan penuh dari mitra pemerintah juga tampak dari kehadiran Kepala BPJN, Dr Ir Yohanis Tulak Todingrara MT beserta jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyatakan kesiapannya untuk mendorong kontribusi aktif dalam bentuk keahlian teknis serta keterlibatan langsung dalam proses pendidikan mahasiswa.
Pada sesi presentasi, Ketua Jurusan Teknik Sipil FT UNRI, Dr Eng Alex Kurniawandi memaparkan desain konseptual jembatan yang melibatkan mahasiswa dan dosen lintas mata kuliah dalam seluruh tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi proyek. Pendekatan ini menjadi wujud konkret penerapan Project-Based Learning (IKU 7) yang memperkaya pengalaman belajar mahasiswa secara menyeluruh.
Koordinator Program Studi Teknik Sipil, Lilis Yohanna ST MT turut menambahkan bahwa dengan penerapan standar desain, pelaksanaan, dan pengawasan konstruksi berbasis praktik internasional, proyek ini juga akan mendukung pencapaian akreditasi internasional program studi (IKU 8).
Jembatan ini direncanakan dibangun di lokasi strategis dalam kawasan Universitas Riau, menghubungkan dua zona aktivitas utama. Selain meningkatkan konektivitas, jembatan ini juga akan memperkuat fungsi ruang terbuka hijau dan jalur pedestrian, menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, inklusif, dan inspiratif.
Unri meyakini bahwa proyek ini akan memperkuat posisinya sebagai pelopor kampus berdampak kampus yang tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga menciptakan inovasi nyata yang berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat, dan penguatan daya saing bangsa (rilis foto:ist)***