Unrinews. Sejumlah 13 (tiga belas) Tim Dosen Universitas Riau (Unri) berhasil meraih prestasi membanggakan ditingkat nasional, yaitu mendapatkan pendanaan Program Hilirisasi Riset Prioritas dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI).
Hal itu berdasarkan pengumuman Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan No 198/DST/C4/AL.04.02/2026 tanggal 9 April 2026 tentang Penerima Dana Program Hilirisasi Riset Prioritas Tahun Anggaran 2026.
Pendanaan Program terbagi kedalam 2 (dua) skema, yaitu Inovasi Komersil (7 tim dosen) dan Ajakan Industri (6 tim dosen).
Saat dikonfirmasi terkait capaian yang membanggakan itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri, Prof Mubarak MSi memyampaikan bahwa keberhasilan itu menjadi bukti kualitas riset dosen Unri semakin kompetitif di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan arah penelitian yang dikembangkan telah selaras dengan kebutuhan nyata dunia industri dan masyarakat.
“capaian ini juga mencerminkan kesiapan Unri dalam mendorong riset agar tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi berlanjut hingga tahap pemanfaatan dan komersialisasi”imbuhnya.
Lebih lanjut Prof Mubarak berharap pendanaan itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem hilirisasi riset di lingkungan Universitas Riau, melalui kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Program ini sangat strategis dalam mendorong pengembangan, adaptasi, dan validasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan spesifik pengguna.
“LPPM Unri akan terus berkomitmen mendampingi para peneliti agar hasil riset yang dihasilkan tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”ucap Prof Mubarak.
Program Hilirisasi Riset Prioritas ditujukan untuk memperkuat kolaborasi riset antara perguruan tinggi, dunia usaha dan industri, serta pemerintah yang mendukung transformasi ekonomi berbasis inovasi teknologi.
Lingkup kegiatan diarahkan pada pengembangan, adaptasi, dan validasi teknologi yang secara langsung menjawab kebutuhan spesifik industri, pemerintah, dan masyarakat.
Adapun nama-nama dari ketua tim dosen untuk skema Inovasi Komersil adalah Rahmondia Nanda Setiadi; Saktioto; Feliatra; Bahruddin; Rakhmawati Farma; Dewita; dan Yusnita Rahayu.
Selanjutnya nama-nama ketua tim dosen untuk skema Ajakan Industri adalah Muftil Badri M; Amum Amri; Fifi Puspita; Dodi Sofyan Arief; dan Joko Pitoyo. (Masrizal)

