Tuesday, Sep 17, 2019
HomeBeritaHal yang Perlu Dilakukan Untuk Mempertahankan Produksi Tangkap Ikan

Hal yang Perlu Dilakukan Untuk Mempertahankan Produksi Tangkap Ikan

unri.ac.id Dr. Ir. Sofyan Husien Siregar M.Sc Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (FPK-UNRI), menyampaikan FPK UNRI dalam rangka menjawab tantangan serta mengembangkan wawasan bagi civitas akademika di dalam bidang perikanan dan kelautan, melaksanakan Kuliah Umum tentang bidang perikanan dan kelautan.

“Kuliah Umum yang kita (FPK UNRI-red) selenggarakan ini adalah untuk menginisiasi terkait dengan melihat perkembangan dibidang perikanan dan kelautan dengan menghadirkan pakar yang terkait dengan bidang tersebut,” kata Sofyan di Kampus FPK, Kamis (5/9/2019) di Kampus FPK UNRI.

Lebih lanjut, Sofyan, menguraikan petikan dari materi kuliah umum yang dilaksanakan FKP UNRI pada 4 September 2019 di ruang Atlantik lantai II FPK UNRI. “Permasalahan perikanan dunia, khususnya Indonesia saat ini dirasa masih kurangnya ketersediaan informasi terkait sumberdaya ikan dan statistik perikanan, tata kelola yang kurang efektif, dan terjadinya penurunan sumberdaya perikanan karena ekploitas berlebihan dan illegal fishing.”

Demikian disampaikan JICA Fisheries Policy Advisor for KKP Prof. Ichiro Nomura, saat memberikan materi pada Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh FPK UNRI bekerjasama dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang, atau yang lebih dikenal dengan istilah Japan Internasional Cooperation Agency (JICA).

Dalam kuliah umum ini, Ichiro, menyebutkan apabila ingin mempertahankan produksi perikanan tangkap, maka hal yang penting dilakukan adalah dengan menjalankan manajemen dan konservasi yang lebih efektif.

“Manajemen dan konservasi yang lebih efektif penting apabila ingin mempertahankan produksi perikanan tangkap. Perikanan Indonesia merupakan penghasil produk perikanan nomor 2 di dunia setelah Cina, baik dibidang perikanan Tangkap dan Budidaya,” jelasnya.

Untuk perikanan yang berkelanjutan, lanjut Ichiro, harus mempertimbangkan masalah lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat nelayan. Selain itu, perlu penegakan hukum yang jelas dalam menjalankan aturan yang di keluarkan pemerintah.

Kuliah umum yang diikuti oleh ratusan orang yang terditi dari Dosen dan Mahasiswa FPK ini dibuka oleh Dekan FPK Prof. Dr. Ir. Bintal Amin M.Sc. Dekan FPK dalam sambutannya, menyebutkan FPK sengaja menginisiasi pertemuan ini untuk bermitra dengan JICA diantaranya dengan mengundang para ahli sebagai Dosen Tamu di FPK.

“Kegiatan public lecture ini dilaksanakan untuk meningkatkan dan menambah wawasan mahasiswa dan dosen di lingkungan FPK dalam perkembangan perikanan dunia khususnya di kawasan Asia. Disamping itu untuk meningkatkan kemampuan Bahasa ingris mahasiswa  dalam rangka persiapan akreditasi Internasional di beberapa jurusan di FPK,” jelasnya. (mukmin. foto: istimewa)***

Sumber: HUMAS Universitas Riau

Sumber: HUMAS Universitas Riau

Sumber: HUMAS Universitas Riau

Sumber: HUMAS Universitas Riau

FOLLOW US ON:
Bicara Tentang Prest
2020 Thies Graduate

wannovrinur@staff.unri.ac.id

Rate This Article: