Monday, Jan 22, 2018
HomeBeritaMaknanya Guru Menjadi Tauladan Bagi Murid-murid atau Siswa

Maknanya Guru Menjadi Tauladan Bagi Murid-murid atau Siswa

IMG_9630

unri.ac.id “Tidak ada lagi sebenarnya batas di dunia ini, karena bisa di gapai dengan digitalisasi asal kita aja yang mau belajar karena media bisa membuat kita lebih maju, tapi bisa juga membuat kita lebih mundur  kebelakang, tergantung bagaimana kita dapat mengolahnya.” Pendapat ini disampaikan, Rudianto Kepala dinas Pendidikan Provinsi Riau sebagai salah satu Pemateri dalam acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) III.

“Digitalisasi adalah proses  mengubah informasi, kabar atau berita dari format analog menjadi format digital, sehingga lebih mudah diproduksi. Pada era sekarang digitalisasi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Karena dengan semakin maju nya perkembangan zaman, digitalisasi semakin digunakan untuk kemajuan masyarakat terutama di bidang pendidikan,” jelas Rudianto.

IMG_9568

Sumber : HUMAS Unversitas Riau

“Guru mempunyai peran besar sebagai gerbang generasi bangsa yang bermutu dan tidak lepas dari kemajuan bangsa. Untuk itu, guru yang sebenarnya harus mengikuti perkembangan zaman, dan tidak hanya memikirkan apa yang sudah didapat, tapi harus memikirkan apa yang sudah diberikan oleh seorang guru, karena indonesia butuh pendidik yang peka. Guru zaman sekarang harus bisa menggunakan digitalisasi, karena untuk menjadi pendidik  yang baik harus bisa merealisasikan ilmunya. Jangan ada lagi guru yang tidak paham dengan digitalisasi,” ujar Rudianto.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Akademis Universitas Riau, Prof Dr Thamrin MSc, mengatakan kunci menjadi guru yang sebenarnya ada tiga yaitu Pengetahuan harus di tingkatkan, mengetahui kejiwaan dari muridnya, dan sifat guru itu sendiri harus sesuai dengan profesinya. “Maknanya guru menjadi tauladan bagi murid-murid atau siswa. Guru harus mengikuti zaman,” ujar Thamrin saat berikan sambutan.

IMG_9603

Sumber : HUMAS Unversitas Riau

“Selain tantangan dalam lingkungan pendidikan, generasi pendidik juga harus siap untuk menghadapi dunia gitalisasi di lingkungan yang lebih khusus yaitu lingkungan Sekolah Dasar (SD).  Karena mutu guru juga harus di tingkatkan kompetensinya. Di Propinsi Riau, hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tingkat Sekolah Dasar (SD) rata-ratanya hanya 56.69 saja sementara nilai UKG  guru  minimal 75,” ungkap Thamrin.

Zulpen, selaku pemateri dalam kegiatan ini, mengatakan ada beberapa hal mendasar yang harus di benahi dalam generasi pendidik, yaitu penguatan di bidang pendidikan karakter seperti budaya sekolah, budaya komite, dan pengelolan kelas. Selain itu, juga pentingnya penerapan modul-modul pelajaran, Pengembangan Keprofesian Kelanjutan (PKB) yang dapat di kembangkan melalui pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya innovatif. Unsur-unsur inilah yang menjadi perhatian bagi guru untuk meminimalisir dampak negatif di era digitalisasi.
“Untuk tahun 2018, Uji Kompetensi Guru (UKG) harus mencapai 80, kalau tidak dilakukan guru tidak diberikan jam mengajar,” ungkap Zulpen yang juga merupakan Widyaiswara pada acara yang Tajuk “Tantangan Pendidik Untuk Menghadapi Digitalisasi dalam lingkungan pendidikan”.

IMG_9556

Sumber : HUMAS Unversitas Riau

Pada akhir materi, Zulpen mengatakan untuk menghadapi era digitalisasi, guru jangan lagi menjadi guru yang biasa-biasa saja, tapi harus menjadi guru yang luar biasa. Yang mana guru harus bisa ikut kompetensi di era digitalisasi.

Berkenaan dengan upaya peningkatan Uji Kompetensi Guru (UKG), Hendri Mahardi selaku Ketua Program Studi Prodi (PGSD), mengatakan acara Muswil sekaligus seminar nasional ini untuk mengasah pemikiran mahasiswa agar bisa menjadi guru yang bermutu kedepannya. “Kegiatan ini berguna bagi anda setidaknya tak hanya untuk menjalin silahturahim saja tapi bisa dijadikan ilmu untuk menggali potensi untuk menjadi guru atau pemimpin dimasa depan,” terang Hendri.

Acara Muswil PGSD III ini juga dihadiri oleh berbagai delegasi dari Universitas yang ada di Propinsi Riau maupun diluar Riau. Acara tersebut, dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Rudiyanto di Gedung serbaguna Rektorat lantai IV. (rabit.sherly)***

FOLLOW US ON:
UR Kukuhkan 2 Orang
“Kenduri Milad”

rifaldi@staff.unri.ac.id

Rate This Article: